Jember, Kabarpas.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Jember tidak hanya diisi upacara seremonial. Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember memilih menghadirkan ruang pamer karya siswa dan guru melalui kegiatan bertajuk “Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Pameran pendidikan tersebut digelar selama dua hari, 11–12 Mei 2026 di Graha Wiyata Mandala, Kantor Dispendik Kabupaten Jember. Kegiatan itu mempertemukan berbagai karya dan inovasi pendidikan dari pelajar lintas jenjang, mulai taman kanak-kanak hingga pendidikan nonformal.
Pembukaan acara berlangsung meriah. Selain dihadiri pejabat daerah dan insan pendidikan, kegiatan juga diawali dengan santunan kepada anak yatim piatu. Suasana semakin semarak dengan pertunjukan tabuhan khas Tiongkok yang menjadi pembuka acara.
Berbagai stan dipamerkan dalam gelar karya tersebut. Tema yang diangkat menyesuaikan karakter geografis Kabupaten Jember, mulai klaster perkotaan dan UMKM, perkebunan, pesisir dan perikanan, pertanian, hingga pendidikan keluarga.
Kepala Dispendik Jember Arief Tjahyono mengatakan pameran itu menjadi ruang bagi siswa dan guru untuk menunjukkan kreativitas serta praktik baik pendidikan yang selama ini dilakukan di sekolah.
“Bagaimana kita menampilkan karya daripada adik-adik ini yang kalau kita lihat luar biasa, tidak kalah dengan karya orang dewasa. Produk-produknya juga beragam dan mewakili kondisi geografis Kabupaten Jember,” ucapnya, Senin (11/5/2026).
Menurut Arief, peserta pameran berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK dan RA, SD dan MI, SMP dan MTs, hingga SMA, SMK, MA, SLB, serta PKBM.
Ia menyebut konsep pembagian klaster sengaja disusun untuk menggambarkan kondisi wilayah Jember yang memiliki karakter berbeda-beda.
“Petunjuk dari Gus Bupati, peringatan Hari Pendidikan Nasional ke depan tidak hanya sekadar upacara seremonial. Setelah sebelumnya ada talkshow, sekarang kita adakan pameran gelar karya siswa dan guru,” ujarnya.
Arief juga mengajak masyarakat datang langsung melihat karya para pelajar yang dipamerkan mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB di Aula Graha Wiyata Mandala Dispendik Jember.
Selain menyoroti kreativitas siswa, Arief menekankan pentingnya menjaga keberagaman dan toleransi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, penampilan budaya Tiongkok dalam pembukaan menjadi simbol bahwa Jember merupakan daerah multikultural.
“Kita diminta belajar sampai ke negeri Cina. Ini bukti bahwa Kabupaten Jember itu multi-ras, multi-suku, dan multi-agama. Tidak boleh ada intoleransi, SARA, maupun bullying di Kabupaten Jember,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Arief juga mengungkapkan adanya dukungan anggaran pembangunan pendidikan tahun 2026 sebesar sekitar Rp90 miliar untuk 124 titik pembangunan. Dana itu disebut berasal dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
Ia menyebut bantuan tersebut merupakan hasil upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan sektor pendidikan ke pemerintah pusat, sehingga Jember menjadi salah satu daerah penerima bantuan pendidikan terbesar di Indonesia. (dan/ian).

















