Jember, Kabarpas.com – Rombongan warga memadati lokasi Karnaval SCTV 2026 di Kabupaten Jember sepanjang akhir pekan, 16 dan 17 Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Jember melihat gelaran hiburan berskala nasional itu bukan sekadar agenda keramaian, melainkan instrumen untuk mendorong perputaran ekonomi lokal.
Bupati Muhammad Fawait, mengatakan jumlah pengunjung terus meningkat sejak hari pertama pelaksanaan. Berdasarkan data panitia, sekitar 17.564 orang hadir pada Sabtu malam. Sementara hingga Minggu pagi pukul 10.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat mencapai 19.948 orang.
Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah hingga malam hari seiring arus pengunjung yang terus berdatangan.
“Event seperti ini tidak boleh hanya menjadi seremoni. Harus ada dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ucap Fawait di lokasi acara, Minggu (17/5/2026).
Menurut dia, penyelenggaraan acara berskala besar dinilai mampu menciptakan efek berantai terhadap sejumlah sektor, terutama perhotelan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan sektor jasa.
Momentum libur panjang juga disebut ikut mendorong tingginya mobilitas warga di dalam kota. Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut membantu menjaga perputaran uang tetap berada di Jember, terutama dari sektor konsumsi dan hiburan.
Di area karnaval, pelaku UMKM lokal tampak memanfaatkan keramaian untuk menjajakan berbagai produk makanan, minuman, hingga cendera mata. Sementara sejumlah hotel di sekitar pusat kota dilaporkan mengalami peningkatan okupansi sejak kedatangan kru produksi dan pengunjung dari luar daerah.
Fawait menyebut fenomena ini menunjukkan bagaimana event hiburan mulai diposisikan sebagai bagian dari strategi ekonomi daerah, bukan semata agenda promosi atau perayaan tahunan.
Namun, efektivitas dampak ekonomi dari event semacam ini tetap bergantung pada seberapa besar keterlibatan pelaku usaha lokal dan berapa lama efek konsumsi itu bertahan setelah acara selesai.
Karnaval SCTV sendiri menghadirkan sejumlah artis nasional dan hiburan terbuka bagi masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari kepadatan pengunjung yang datang dari berbagai kecamatan di Jember sejak pagi hingga malam hari.
Di tengah meningkatnya tren penyelenggaraan event daerah, pemerintah kabupaten kini menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa kegiatan serupa tidak hanya ramai secara massa, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang lebih terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal. (dan/ian).

















