Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Peristiwa · 14 Jul 2026

Wadul Gus’e Antar Pemkab Jember Temukan Rumah Tak Layak Huni, Sucipto Masuk Daftar Penerima Bantuan


Wadul Gus’e Antar Pemkab Jember Temukan Rumah Tak Layak Huni, Sucipto Masuk Daftar Penerima Bantuan Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan. Salah satu calon penerima bantuan adalah Sucipto, warga Dusun Pondok Lalang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah yang rumahnya dinilai sudah tidak layak huni.

Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau langsung kondisi rumah Sucipto pada Senin (13/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e.

“Kunjungan kali ini diinisiasi setelah adanya laporan langsung dari warga melalui program Wadul Gus’e. Kami kemudian meninjau langsung kondisi di lapangan dan memastikan kondisi calon penerima,” ucap Fawait.

Saat peninjauan, rumah yang ditempati Sucipto tampak masih didominasi material bambu. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah daerah menetapkannya sebagai calon penerima bantuan RTLH.

Fawait memastikan rumah tersebut akan segera direnovasi agar memenuhi standar kelayakan huni.

“Dan kami pastikan, rumah Bapak Sucipto akan segera kami jadikan rumah yang layak untuk dihuni,” ujarnya.

Program RTLH menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Jember dalam penanganan kemiskinan. Kebijakan ini juga disebut sejalan dengan agenda pemerintah pusat yang menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai salah satu fokus pembangunan.

Untuk 2026, Pemkab Jember menargetkan pembangunan maupun rehabilitasi sekitar 1.000 unit rumah tidak layak huni. Program tersebut akan dilanjutkan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

“Sesuai dengan janji saya, untuk tahun ini target kita adalah membangun dan memperbaiki sekitar 1.000 unit rumah tidak layak huni. Program ini akan terus kami cicil dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” kata Fawait.

Ia juga mengajak masyarakat berpartisipasi melaporkan rumah warga yang kondisinya memprihatinkan melalui layanan Wadul Gus’e agar dapat segera diverifikasi dan masuk dalam pendataan pemerintah.

Selain penyediaan hunian layak, Pemkab Jember menyiapkan pendampingan bagi keluarga penerima manfaat yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2. Intervensi tersebut mencakup akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga penerima, lengkap dengan fasilitas penunjang seperti laptop, makan tiga kali sehari, dan pemenuhan kebutuhan gizi.

Menurut Fawait, pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas tempat tinggal masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan keluarga. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

JFC 2026 Masuki Tahap Akhir Persiapan, Latihan Gabungan dan Kurasi Kostum Rampung

4 Juli 2026 - 08:34

Gus Fawait Janji Naikkan Honor Kader Posyandu dan RT/RW, Titip Pesan Soal Imunisasi di Jember

28 Juni 2026 - 19:29

Pansus III DPRD Trenggalek Kebut Pembahasan Payung Hukum Pengungkit PAD

18 Juni 2026 - 09:51

Ratusan Petani Silo Hadapi Ancaman Kehilangan Lahan, Polemik Pembangunan Batalyon TP Menguat 

14 Juni 2026 - 09:56

Kriminalisasi Pengalihan Objek Fidusia: Menjaga Kepercayaan dalam Sistem Pembiayaan

8 Juni 2026 - 22:56

Ratusan Bikers Honda Ramaikan Vario Street Nation di Surabaya

6 Juni 2026 - 21:13

Trending di Peristiwa