Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 17 Jul 2026

Dispendik Kabupaten Pasuruan Studi Tiru Pembelajaran Multigrade di Disdikdaya Probolinggo


Dispendik Kabupaten Pasuruan Studi Tiru Pembelajaran Multigrade di Disdikdaya Probolinggo Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan kerja (kunker) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan untuk mempelajari penerapan pembelajaran kelas rangkap atau multigrade class. Kunjungan ini menjadi ajang berbagi praktik baik dalam upaya pemerataan layanan pendidikan, khususnya di sekolah dengan jumlah peserta didik dan guru yang terbatas.

Rombongan berjumlah 40 orang dipimpin Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Didik Suriyanto. Mereka disambut Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili di ruang Agus Salim Disdikdaya Kabupaten Probolinggo bersama Kepala Bidang Pembinaan SD Sri Agus Indariyati, Kepala Bidang Pembinaan SMP Like Lidyawati, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Eksi Wulandari serta Kasi Sarana dan Prasarana Bidang PAUD dan PNF A. Budi Hermanto.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SD Sri Agus Indariyati memaparkan implementasi pembelajaran kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.

Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili mengatakan program sekolah multigrade menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan pemerataan layanan pendidikan sekaligus mengatasi keterbatasan jumlah guru di sejumlah sekolah.

“Kurang lebih ada 186 sekolah di Kabupaten Probolinggo yang sudah melaksanakan program sekolah multigrade. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh letak geografis Kabupaten Probolinggo yang memiliki kawasan pantai, pesisir dan pegunungan, sehingga tidak semua sekolah memiliki jumlah murid yang sesuai dengan pagu rombongan belajar,” katanya.

Menurut Yunita, di beberapa sekolah terdapat rombongan belajar yang hanya berisi dua hingga lima siswa. Melalui sistem multigrade, dua jenjang kelas dapat digabung dalam satu proses pembelajaran tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan maupun pencapaian kurikulum.

“Dengan program multigrade ini kami berharap ada efisiensi dalam pengelolaan rombongan belajar. Misalnya kelas satu dan kelas dua yang masing-masing hanya memiliki sedikit siswa dapat digabung, sementara proses pembelajarannya tetap berjalan sesuai kurikulum yang telah disiapkan,” jelasnya.

Yunita menjelaskan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo telah memberikan pembekalan kepada guru-guru yang bertugas di sekolah multigrade melalui pendampingan bersama Tim INOVASI agar metode pembelajaran tetap efektif dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memberikan dukungan sarana dan prasarana. Pada tahun 2025 bantuan difokuskan pada pengadaan Chromebook, sedangkan tahun 2026 diarahkan pada penyediaan meja dan kursi bagi sekolah multigrade.

“Pemerintah tidak pernah mengabaikan sekolah multigrade hanya karena jumlah siswanya sedikit. Anak-anak di sekolah multigrade memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Karena itu pemerintah terus hadir melalui pendampingan guru serta dukungan sarana dan prasarana,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Didik Suriyanto mengapresiasi inovasi pembelajaran multigrade yang telah diterapkan Kabupaten Probolinggo dan menyatakan kesiapan untuk mengadopsinya sesuai kebutuhan daerahnya.

“Bapak dan Ibu pengawas yang sekaligus Korwil ini dapat melihat langsung pelaksanaan pembelajaran multigrade karena merekalah yang setiap hari berhadapan dengan satuan pendidikan di wilayah masing-masing. Pengalaman ini akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk kami kembangkan di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

Didik menambahkan hasil kunjungan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan pengembangan kebijakan pendidikan di Kabupaten Pasuruan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang kami peroleh di Kabupaten Probolinggo. Seluruh hasil pembelajaran ini akan kami laporkan kepada pimpinan, termasuk kepada Bapak Bupati Pasuruan. Keunggulan program multigrade ini akan kami adopsi dan kami upayakan untuk diterapkan di Kabupaten Pasuruan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah kami,” tambahnya.

Keesokan harinya, rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan akan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat penerapan pembelajaran kelas rangkap di SDN Sukapura 3 Kecamatan Sukapura. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

BEM UNIWARA Soroti Krisis Literasi Demokrasi, Ajak Bawaslu Perkuat Pendidikan Politik Mahasiswa Menuju Pilkada 2029

16 Juli 2026 - 16:36

Antar Anak Sekolah? Jangan Lupa #Cari_Aman di Setiap Perjalanan

16 Juli 2026 - 16:26

Ketua KONI Trenggalek Doding Jagokan Argentina Juara Pildun 2026

16 Juli 2026 - 16:21

Wujudkan Lingkungan Ramah Anak dan Mandiri, SLBN 1 Kota Pasuruan Deklarasikan Sekolah ASRI serta Program SIKAP

16 Juli 2026 - 09:31

Pemkab Jember Selidiki Dugaan Keracunan MBG di Bangsalsari, Biaya Perawatan Korban Ditanggung

16 Juli 2026 - 09:13

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

15 Juli 2026 - 22:36

Trending di KABAR NUSANTARA