Jember, Kabarpas.com – Realisasi investasi di Kabupaten Jember sepanjang 2025 mencapai Rp2,57 triliun. Nilai tersebut meningkat 70,2 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,51 triliun.
Data Kementerian Investasi/BKPM yang dikutip dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember 2025 menunjukkan capaian itu juga melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sebesar Rp1,85 triliun. Dengan demikian, realisasi investasi telah mencapai sekitar 139 persen dari target yang ditetapkan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menilai peningkatan investasi menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah karena berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja.
“Investasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan masuknya modal sebesar Rp2,57 triliun dari 457 unit usaha, kita berhasil menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru,” ujar Fawait.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember, investasi tersebut berasal dari 457 pelaku usaha yang terdiri atas 410 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 47 Penanaman Modal Asing (PMA).
Sepanjang 2025, realisasi investasi itu tercatat mampu menyerap 9.888 tenaga kerja.
Dari sisi sektor usaha, investasi terbesar masih berasal dari bidang properti dan kawasan industri dengan nilai mencapai Rp1,44 triliun. Posisi berikutnya ditempati industri makanan sebesar Rp302,86 miliar, disusul industri kimia dan farmasi Rp212,04 miliar, industri mineral nonlogam Rp172,21 miliar, serta sektor perdagangan dan reparasi senilai Rp138,4 miliar.
Dominasi sektor properti menunjukkan pembangunan kawasan dan kebutuhan infrastruktur masih menjadi penggerak utama investasi di Kabupaten Jember.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Jember menyebut iklim investasi turut didukung kondisi ekonomi daerah yang relatif stabil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Jember pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,84 persen dan masih berada dalam rentang yang terkendali.
Pemerintah daerah mengaku terus menjaga stabilitas ekonomi melalui strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Pemkab Jember juga menyatakan akan terus mendorong kemudahan perizinan, pengembangan infrastruktur, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif untuk menarik lebih banyak investasi pada tahun-tahun berikutnya. (dan/ian).

















