Jember, Kabarpas.com – Suasana di depan Pendopo Wahyawibawagraha berubah semarak saat Red Carpet Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 digelar pada Jumat (24/7/2026) malam. Satu per satu tamu undangan dari kalangan selebritas, desainer, hingga pemegang gelar Puteri Indonesia berjalan di atas karpet merah sambil menyapa masyarakat yang memadati kawasan tersebut.
Di antara deretan tamu yang hadir tampak desainer Bubah Alfian, aktris senior Christine Hakim, Ingrid Widjanarko, jajaran pemegang gelar Puteri Indonesia 2026, serta sejumlah pelaku seni dan industri kreatif dari Jakarta.
Momen yang paling menyita perhatian terjadi saat Christine Hakim memasuki area red carpet. Bubah Alfian menyambut langsung aktris senior itu dengan penuh antusias sebelum menyampaikan apresiasinya di hadapan masyarakat.
Menurut Bubah, kehadiran Christine Hakim memiliki makna simbolis bagi perjalanan Jember Fashion Carnaval yang terus berupaya memperluas gaungnya di tingkat internasional.
“Ini bukan hanya sebuah kehormatan. Ini adalah simbol bahwa mimpi dari sebuah kota kecil juga layak berjalan menuju panggung dunia. Terima kasih telah menjadi jalan pertama yang memperkenalkan Cannes kepada Indonesia. Kini izinkan kami melanjutkan jalan itu dari Jember, melahirkan karya serta membuktikan bahwa Indonesia mampu hadir di panggung dunia,” ungkap Bubah dengan mata berbinar.
Ia juga menyebut penyelenggaraan red carpet menjadi bagian baru dalam rangkaian JFC. Menurutnya, konsep tersebut dihadirkan bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem industri kreatif yang melibatkan berbagai sektor.
Bubah berharap JFC dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia fesyen, perfilman, budaya, pariwisata, pelaku UMKM, hingga talenta kreatif Indonesia.
“Melalui red carpet dan gerakan kreatif di Jember, kami ingin membangun ekosistem yang mempertemukan film, fashion, budaya, pariwisata, UMKM, dan talenta Indonesia sehingga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang besar, seperti yang dilakukan Cannes melalui industri kreatifnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bubah juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jember Muhammad Fawait atas dukungannya terhadap penyelenggaraan JFC 2026.
“Lebih dari ekspektasi saya. Terima kasih banyak kepada Gus Fawait. Ini bukan menjilat atau apa, tapi ini salah satu orang baik yang sangat mendukung Jember,” tuturnya.
Ia berharap penyelenggaraan JFC tahun ini mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Semoga semakin banyak orang datang ke Jember dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ujar Bubah.
Jember Fashion Carnaval 2026 mengusung tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) dan berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026. Puncak acara, Grand Carnival, dijadwalkan digelar di kawasan Alun-alun Jember pada Minggu (26/7/2026). (dan/ian).

















