Jember, Kabarpas.com – Tumpahan tetes tebu membasahi Jalan Brawijaya, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Rabu (12/8/2026) pagi. Cairan yang tercecer sepanjang sekitar 400 meter itu membuat permukaan jalan licin.
Sedikitnya empat pengendara sepeda motor terjatuh dan dua mobil dilaporkan tergelincir akibat tumpahan tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Bambang Nur Hadi, relawan Baret Rescue yang berada di lokasi, mengatakan tumpahan diketahui sekitar pukul 06.00 WIB setelah seorang pengendara sepeda motor terjatuh.
“Tadi pagi kami melihat ada pengendara motor yang terjatuh akibat adanya tetes tebu. Setelah saya cek ternyata tumpahannya cukup banyak hingga 200 meter lebih,” ujarnya.
Ia kemudian menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan petugas pemadam kebakaran untuk membantu membersihkan badan jalan.
Menurut Bambang, sejak pagi sedikitnya empat sepeda motor dan dua mobil mengalami insiden akibat permukaan jalan yang licin. Para pengendara yang mengalami luka ringan disebut telah meninggalkan lokasi.
Data Pusdalops BPBD Jember menyebut laporan mengenai tumpahan tersebut diterima sekitar pukul 07.35 WIB. Petugas kemudian menuju lokasi dan melakukan penanganan bersama Dinas Pemadam Kebakaran serta sejumlah relawan.
Pembersihan dilakukan dengan penyemprotan air pada badan jalan yang terkena tetesan tebu. Petugas juga melakukan pengamanan lalu lintas untuk mencegah pengguna jalan kembali mengalami kecelakaan.
Penanganan dilaporkan selesai sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah dibersihkan, kondisi jalan dinyatakan aman dan terkendali.
Iwan Mujiono, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember yang memimpin proses penyemprotan, mengatakan cairan tetes tebu yang tercecer dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan.
“Kami mengimbau kepada truk pengangkut tetes tebu agar sebelum jalan memeriksa kondisi kendaraannya. Sebab jika terjadi seperti ini, bisa menyebabkan bahaya bagi pengendara lain,” ujarnya.
Secara umum, tetes tebu atau “molases” merupakan cairan kental yang mengandung gula dan sejumlah senyawa organik. Ketika tercecer di permukaan aspal, cairan tersebut dapat membentuk lapisan yang mengurangi gesekan antara ban dan jalan.
Risikonya semakin besar ketika permukaan jalan basah atau cairan tersebar cukup tebal. Ban kendaraan menjadi lebih sulit mencengkeram aspal sehingga kendaraan, terutama sepeda motor, lebih mudah kehilangan traksi saat melakukan pengereman, berbelok, atau melintas dengan kecepatan tertentu. (dan/ian).

















