Sidoarjo, Kabarpas.com – Keselamatan berkendara perlu dibangun sejak dini melalui pemahaman, keterampilan, dan kebiasaan yang tepat saat berada di jalan. Melalui MPM Safety Riding Center (SRC) di Sedati, Sidoarjo, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) terus menghadirkan ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya berkendara aman sekaligus mendorong mereka menjadi bagian dari agen keselamatan di lingkungan sekitarnya.
MPM Safety Riding Center tidak hanya menjadi tempat untuk mempelajari teknik berkendara, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman langsung mengenai berbagai aspek keselamatan berkendara. Mulai dari pemahaman terhadap risiko di jalan, teknik pengendalian sepeda motor, pengereman, manuver, hingga pentingnya membangun perilaku berkendara yang mengutamakan keselamatan.
Melalui pendekatan teori dan praktik, peserta diajak memahami bahwa kemampuan berkendara tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga bagaimana pengendara mampu membaca situasi, mengambil keputusan, serta menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari, mengatakan edukasi keselamatan berkendara perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar generasi muda sebagai kelompok yang dapat turut menyebarkan pesan keselamatan di lingkungannya.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya memahami bagaimana cara berkendara yang aman, tetapi juga memiliki kepedulian untuk mengajak orang di sekitarnya menerapkan perilaku berkendara yang lebih aman. Melalui MPM Safety Riding Center, kami memberikan pengalaman belajar yang memadukan pengetahuan dan praktik agar pesan #Cari_Aman dapat menjadi kebiasaan,” ujar Suhari.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui rangkaian Road To #Cari_Aman Academy yang berlangsung pada Agustus–September 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mendapatkan pembekalan safety riding sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dalam menyampaikan pesan keselamatan berkendara kepada masyarakat, termasuk melalui media sosial.
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai keselamatan berkendara, tetapi juga didorong untuk mengidentifikasi isu keselamatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Pengetahuan dan pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal bagi peserta untuk menyampaikan kembali pesan keselamatan dengan cara yang kreatif dan relevan dengan karakter anak muda.
Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim Hari Setiawan menambahkan bahwa pembentukan perilaku berkendara aman membutuhkan proses yang dilakukan secara konsisten.
“Safety riding bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang bagaimana pengendara membangun kesadaran sebelum dan selama berkendara. Ketika pemahaman tersebut sudah terbentuk sejak muda, harapannya mereka dapat menjadi contoh sekaligus mengingatkan orang-orang di sekitarnya untuk selalu #Cari_Aman,” jelas Hari.
Selain melalui program khusus generasi muda, MPM Safety Riding Center juga menjadi fasilitas edukasi keselamatan berkendara bagi berbagai kelompok, mulai dari pelajar, komunitas, hingga masyarakat dan jaringan Honda. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya MPM Honda Jatim untuk memperluas edukasi keselamatan berkendara secara berkelanjutan di Jawa Timur.
Melalui pengalaman langsung di Safety Riding Center, MPM Honda Jatim berharap semakin banyak generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan berkendara, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian dari budaya berkendara sehari-hari. (dan/ian).

















