Jember, Kabarpas.com – Musim kemarau yang berlangsung panjang mulai membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Jember kesulitan mendapatkan air bersih. Di tengah kondisi itu, bantuan air tak hanya datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi juga dari kelompok masyarakat.
Baret Rescue 159 Garda Pemuda NasDem Jember ikut mendistribusikan air bersih ke permukiman warga yang mengalami kesulitan air. Organisasi yang terafiliasi dengan Partai NasDem tersebut menyiapkan kendaraan tangki untuk mendukung distribusi air sekaligus respons cepat jika terjadi bencana.
Ketua Baret Rescue 159 Jember, David Handoko Seto mengatakan pihaknya menyiapkan mobil tangki dan kendaraan pengangkut air berkapasitas 1.000 liter.
“Menyikapi cuaca El Nino yang lumayan panjang ini, di mana terjadi banyak potensi, di antaranya kekeringan, kebakaran, termasuk potensi bencana yang lain, kami Baret Rescue 159 Garda Pemuda NasDem Jember turut berpartisipasi menyiapkan mobil tangki, mobil truk untuk mengangkut air berkapasitas 1.000 liter,” ucapnya.
Kendaraan tersebut, kata David, disiapkan untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih. Armada itu juga dapat digunakan Unit Reaksi Cepat ketika terjadi kebakaran.
David mengatakan bantuan tersebut mungkin belum besar dibandingkan kebutuhan masyarakat. Namun, dia berharap distribusi air dapat sedikit meringankan beban warga yang terdampak kekeringan.
“Walaupun sumbangsih kami ini mungkin tidak terlalu besar, namun setidaknya kami berharap ini menjadi bagian yang bisa meringankan apa yang dialami oleh masyarakat, bisa memberikan manfaat tersendiri untuk masyarakat,” ujarnya.
Selain persoalan kekeringan, David mengingatkan ancaman kebakaran yang meningkat selama musim kemarau. Dia meminta masyarakat, terutama perokok, tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Terutama para perokok untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan yang bisa menyebabkan atau mengakibatkan kebakaran,” tuturnya.
Dia juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai berkurang.
Menurut David, penurunan debit sejumlah sumber air membuat ketersediaan air semakin terbatas. Karena itu, penggunaan air perlu disesuaikan dengan kebutuhan.
Bagi warga di daerah yang sumber airnya mulai mengering, distribusi air menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kemarau berkepanjangan. Bantuan dari berbagai pihak, seperti Baret Rescue diperlukan untuk menjaga pasokan air tetap tersedia hingga kondisi kembali normal.
“Kami berharap masyarakat bisa berhemat air, terutama di daerah-daerah yang sulit sumber air. Ini betul-betul berhemat untuk bisa berbagi dengan masyarakat yang lain,” tandas David. (dan/ian).

















