Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Teras · 25 Jul 2016

Selain Raih Piala Adipura Buana, Dua Sekolahan di Banyuwangi Juga Dapat Piala Adiwiyata


					Selain Raih Piala Adipura Buana, Dua Sekolahan di Banyuwangi Juga Dapat Piala Adiwiyata Perbesar

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Selain mendapatkan Piala Adipura Buana, dua sekolah di Banyuwangi juga meraih Piala Adiwiyata. Dua sekolah penerima piala tersebut adalah SMAN 1 Banyuwangi dan SDN Model Banyuwangi. 

Piala adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan kepada sekolah-sekolah (SD,SMP,SMA) yang dinilai berhasil mendidik siswa menjadi individu yang cinta dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.  

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Banyuwangi, Arief Setyawan mengatakan, penghargaan Adipura Buana diterima Banyuwangi karena memenuhi sejumlah kriteria penilaian. Yakni, mulai dari partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah, tersedianya ruang terbuka hijau yang berfungsi bagi masyarakat, hingga ketersediaan TPA.

Penilaian juga melihat pada kebersihan di sejumlah ruang publik, seperti pasar, jalan, perkantoran, sekolah, sungai serta ketersediaan fasilitas penunjang kebersihan yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Selain penilaian langsung dari tim Kementrian LHK yang turun langsung ke Banyuwangi, Bupati Anas juga memaparkan di hadapan dewan Adipura di Jakarta terkait program kebersihan dan lingkungan hidup Banyuwangi,” ujar Arief kepada Kabarpas.com, Senin (25/07/2016).

Khusus untuk penilaian partisipasi masyarakat, Banyuwangi mendapatkan nilai plus hingga layak mendapatkan Adipura Buana. Partisipasi yang dimaksud adalah ketelibatan langsung masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan baik di lingkungan rumah tangga, sekolah dan perkantoran.

“Misalnya saja saat ini sudah banyak masyarakat yang peduli dalam melakukan pemilahan sampah dengan menyediakan tempat sampah organik dan an organik. Tim penilai Adipura pun menilai fasilitas tempat sampah tersebut mudah ditemukan baik di sekolah, perkantoran maupun lingkungan rumah tangga. Selain itu di masyarakat juga sudah mulai banyak dilakukan pengelolaan sampah hingga memberikan nilai tambah secara ekonomis,” terang Arief.

Selain kebersihan di Banyuwangi, tim kementerian juga menilai sejumlah inovasi di Banyuwangi dalam pengelolaan lingkungan. Di antaranya adalah program bank sampah, pengolahan sampah, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Para tim penilai, lanjut Arief, juga menilai positif program pemda  yang mengapresiasi kinerja petugas kebersihan dengan memberikan insentif dan asuransi.

“Para THL tersebut secara rutin membersihkan seluruh ruas jalan, sungai dan fasilitas publik 3 kali sehari. Wajar jika kita memberikan perlindungan kepada mereka lewat mengcover mereka dengan asuransi,” cetus Arief.

Sementara itu, untuk diketahui saat ini jumlah petugas yang rutin memelihara kebersihan kota Banyuwangi sebanyak 620 orang tenaga harian lepas (THL) yang terdiri atas pesapon, petugas drainase, petugas bank sampah,  dan taman.  Pemkab Banyuwangi sendiri juga telah membangun 23 taman publik yang tersebar di seluruh wilayah. Selain menciptakan ruang terbuka hijau tersebut, taman-taman yang dibangun ini dimaksudkan menjadi ruang-ruang publik untuk berkumpul, berekreasi, dan berkreasi bagi warganya. (dik/gus).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Cerdas Berdemo, Mahasiswa Harus Tingkatkan Reponsif Membaca dan Diskusi

27 September 2019 - 09:42

Tips Menambah Daya Ingat

19 Desember 2018 - 12:55

Inilah 5 Tips Aman Pencopet Saat Libur Lebaran

18 Juni 2018 - 16:15

Sungai Dayang, Potensi Wisata Kabupaten Pasuruan yang Belum Dilirik

1 April 2018 - 17:42

Liga Champions 2018 Babak 16 Besar Akan Dimulai Dini Hari Nanti

6 Maret 2018 - 19:43

Denting Waktu

7 Januari 2018 - 19:07

Trending di Teras