Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 8 Okt 2026

Sudah Sembuh, Tak Perlu Bingung Pulang, Jember Punya Mobil Cinta


Sudah Sembuh, Tak Perlu Bingung Pulang, Jember Punya Mobil Cinta Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Sembuh dari rumah sakit mestinya menjadi kabar baik. Tetapi bagi sebagian warga kurang mampu di Jember, kabar itu bisa menyisakan persoalan. Bagaimana pulang ke rumah?

Persoalan sederhana itu kini coba dijawab Pemerintah Kabupaten Jember. Pemkab meluncurkan “Mobil Cinta”, layanan antar-pulang gratis bagi pasien kurang mampu yang telah selesai menjalani perawatan di rumah sakit.

Layanan tersebut diluncurkan di halaman RSD Balung, Kamis (8/10/2026), bertepatan dengan peringatan dua tahun Universal Health Coverage (UHC) Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait bahkan ikut mengantarkan pasien pada peluncuran perdana. Bersama rombongan, ia mendorong kursi roda pasien yang telah dinyatakan sehat hingga ke Mobil Cinta. Pasien itu kemudian diantar pulang tanpa dipungut biaya.

Bagi Pemkab Jember, pelayanan kesehatan tidak berhenti ketika pasien dinyatakan sembuh.

“Masyarakat yang tidak mampu mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit, tetapi pulangnya masih punya tanggungan. Kadang mereka harus menyewa mobil, sementara mereka tidak punya biaya,” ungkapnya.

Persoalan tersebut ditemukan setelah Pemkab Jember mengevaluasi pelaksanaan program UHC yang selama hampir dua tahun memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan gratis melalui BPJS Kesehatan.

Dari sana muncul gagasan agar warga kurang mampu tidak hanya dibantu ketika membutuhkan pengobatan, tetapi juga ketika harus kembali ke rumah setelah selesai dirawat.

“Mobil Cinta akan memastikan seluruh warga yang tidak mampu mendapatkan pelayanan antar ke rumah setelah mendapatkan pelayanan di rumah sakit,” ujar Fawait.

Mobil Cinta disebutnya bukan ambulan. Perbedaannya sederhana. Ambulan digunakan untuk membawa orang sakit yang membutuhkan penanganan medis. Sementara Mobil Cinta diperuntukkan bagi pasien yang sudah selesai menjalani perawatan dan dinyatakan sehat, tetapi tidak memiliki kendaraan atau biaya untuk pulang.

“Ambulans itu menjemput yang sakit. Kalau ini mengantar yang sudah sehat, yang sudah dirawat di rumah sakit,” jelas Fawait.

Menurut dia, penggunaan kendaraan khusus juga membuat kepulangan pasien terasa lebih wajar. Pasien yang sudah sembuh tidak perlu pulang menggunakan ambulans yang identik dengan kondisi darurat atau sakit.

Untuk menjalankan layanan tersebut, Pemkab Jember menyiapkan 38 armada Mobil Cinta. Sebanyak 31 armada telah tersedia, sedangkan tujuh lainnya akan menyusul.

Pada tahap awal, layanan difokuskan pada tiga rumah sakit milik pemerintah daerah. Pelaksanaannya akan dievaluasi untuk melihat kemungkinan perluasan layanan ke fasilitas kesehatan lainnya.

Fawait mengakui program tersebut masih membutuhkan penyempurnaan.

Karena itu, masyarakat diminta ikut mengawasi pelaksanaannya dan menyampaikan masukan jika menemukan kekurangan, baik melalui kanal Wadul Gus’e maupun secara langsung.

“Pasti ada kelemahan, pasti ada kekurangan. Maka justru saya perlu masukan dari masyarakat. Yang jelas semangat kita adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI Akmal Budi Yulianto menyambut peluncuran Mobil Cinta.

Ia menyebut layanan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan Pemkab Jember. Namun, Mobil Cinta bukan bagian dari manfaat pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Ini bukan pelayanan yang sama dengan JKN, tetapi pelayanan tambahan terhadap program JKN,” tutur Akmal.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki ruang untuk menghadirkan inovasi layanan tambahan bagi masyarakat. Ia mengaitkannya dengan Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 yang memungkinkan anggaran daerah digunakan untuk mendukung pelayanan tambahan tersebut.

Akmal menilai Mobil Cinta menunjukkan bahwa keterbatasan fiskal tidak selalu menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk membuat layanan yang langsung dirasakan masyarakat.

“Dengan kreativitas Pak Bupati, ini ternyata bisa diwujudkan program-program yang memang pro-rakyat dan terlihat. Kami apresiasi luar biasa,” tuturnya.

Akmal berharap inovasi tersebut tidak berhenti di Jember. Jika berjalan baik, Mobil Cinta dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam melengkapi pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Sebab, bagi pasien yang baru saja meninggalkan rumah sakit, perjalanan pulang mungkin terlihat sebagai perkara kecil. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Punya PMI Terbesar di Jatim, Jember Dipilih Kementerian untuk SMK Go Global 

8 Oktober 2026 - 11:48

PIM Pharmaceuticals Resmikan Fasilitas Produksi Eksipien Pharma Grade 

8 Oktober 2026 - 11:03

Baznas Kabupaten Probolinggo Perkuat Pencegahan ATM Bagi Kader Posyandu

8 Oktober 2026 - 10:45

Dekranasda Kota Pasuruan Gelar Rakor, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

8 Oktober 2026 - 09:37

Konsultasi Publik 2 RTRW dan KLHS Kota Pasuruan Perkuat Partisipasi Masyarakat dalam Penataan Ruang

8 Oktober 2026 - 09:21

Bersaksi di PN Lumajang, Ahli Keberatan dengan Peringatan Ancaman Pidana saat Beri Keterangan

7 Oktober 2026 - 18:12

Trending di KABAR NUSANTARA