Pasuruan, Kabarpas.com — Gedung Belajar Pondok Pesantren Al Hidayah II di kawasan Banyak Putih, Desa Lecari, Kecamatan Sukorejo, mendadak ambruk rata dengan tanah pada Jumat (23/10) pagi sekitar pukul 07.45 WIB. Robohnya fasilitas santri tersebut dipicu oleh kondisi fisik bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.
Pihak pesantren memastikan tidak ada korban jiwa maupun santri yang terluka dalam insiden ini. Para santri selamat lantaran tengah mengikuti proses belajar mengajar di luar ruangan saat material bangunan runtuh.
”Alhamdulillah, saat kejadian anak-anak sedang ada kegiatan belajar di luar kelas, sehingga semuanya selamat,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah II, KH. Sonhaji Abdesshomad.
Gejala kerusakan struktur bangunan sejatinya telah disadari sejumlah tenaga pendidik sejak selepas Subuh. Beberapa pengajar di lokasi, yakni Nur Hasan, Dinda, dan Nia, sempat mendengar bunyi gemeretak kayu serta retakan dinding secara terus-menerus sebelum bangunan akhirnya runtuh total.
Hingga saat ini, pihak pesantren bersama warga setempat tengah membersihkan puing-puing reruntuhan dan menyiapkan ruang kelas darurat agar aktivitas belajar santri tetap berjalan. (ajo/ian).

















