Banyuwangi (Kabarpas.com) – Kesedihan terus menyelimuti keluarga mendiang Dedi Pramoto, salah satu tahanan Polsek Giri Banyuwangi yang nekat gantung diri di dalam sel tahanan Mapolsek setempat. Bahkan, hingga kini Asminatin, sang ibu masih shock dan terus menangis ketika teringat anak keduanya tersebut.
“Istri saya masih shock, setiap harinya menangis dan terus menangis ketika ingat anak lelaki satu-satunya, ” ucap bapak mendiang, Riyanto kepada Kabarpas.com, Sabtu (20/08/2016).
Pantauan Kabarpas.com, suasana duka masih menyelimuti rumah orang tua almarhum Dedi, di Dusun Bangunharjo, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.
Selain itu, tampak saudara maupun kerabat masih terus berdatangan ke rumah duka. Untuk berduka cita dan memberikan suport agar yang ditinggalkan, tabah dengan apa yang sudah terjadi.
“Saya masih kepikiran anak saya terus. Untuk itu, saya terus berdoa agar dia diberi jalan yang terang oleh Sang Pencipta,” ungkap Riyanto dengan rasa kesedihan yang mendalam.
Siapapun, mungkin akan tetap tegar saat kehilangan barang kesayangan. Tapi saat orang disayangi yang hilang, terlebih adalah anak yang merupakan darah daging tiada, tentunya akan tercabik hatinya.
Untuk dikehatui, Dedi Pramoto merupakan tersangka kasus penyalahgunaan narkoba di Banyuwangi, Ironisnya ia ditemukan tewas dengan kondisi gantung diri di dalam sel tahanan Mapolsek Giri. (dik/gus).












