Pasuruan (Kabarpas.com) – Petugas imigrasi di Bandara Manila, Filipina beberapa waktu lalu telah mengamankan 177 Warga Negara Indonesia (WNI), yang akan naik haji dengan menggunakan paspor Filipina. Bahkan, dari jumlah sebanyak itu, terdapat calon jamaah haji asal Kabupaten Pasuruan yang turut serta berangkat haji melalui Filipina.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh wartawan Kabarpas.com, diketahui bahwa salah satu calon jamaah haji yang dimaksud yaitu bernama Nuriyah (70), warga Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, kabupaten setempat.
Menurut Iskak, salah satu anak Nuriyah menceritakan, kalau ibunya itu berangkat haji melalui jalur Filipina lewat salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang terletak di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.
“Ibu berangkat pada tanggal 16 Agustus lalu bersama dengan sejumlah temannya yang lain. Mereka ada yang berasal dari Pandaan, Bangil, dan Gempol,” terangnya, Selasa (23/08/2016).
Dijelaskan, kalau ibunya tersebut akhirnya bisa berangkat ke tanah suci setelah mendaftarkan diri selama satu tahun setengah. Yakni, dengan membayar uang ratusan juta rupiah hasil menabung.
“Sebelum berangkat ibu juga ikut melakukan manasik haji di KBIH itu, dan ibu juga telah menyerahkan surat dokumen penting seperti KTP dan kartu keluarga (KK),” pungkasnya. (sam/tin).

















