Banyuwangi (Kabarpas.com) – Program pengestasan kemiskinan di Banyuwangi tak hanya dituntaskan oleh pemerintah daerah setempat. Melainkan warga desa bergotong royong membangun dan memperbaiki tiga rumah warga miskin di lingkungannya. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh warga Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.
Bedah rumah swadana warga ini murni didasari kepedulian terhadap sesama. Seperti yang dituturkan koordinator bedah rumah Adnan Muhtar yang mengaku prihatin dengan sejumlah warga yang tidak memiliki rumah hingga rumah tidak layak huni. Akhirnya, Adnan pun berinisiatif untuk menggalang dana dari masyarakat.
“Ini kami lakukan secara door to door dengan mendatangi warga, dan ternyata banyak yang antusias saat kami utarakan niat kami. Bantuan juga datang dari teman sekolah kami yang tinggal di luar Tegalsari. Bantuan bentuknya beragam, ada dalam bentuk uang, ada pula berupa bahan material. Alhamdulilah, terkumpul dana sebesar Rp 25 juta,” kata Adnan kepada Kabarpas.com, Jumat (09/09/2016)
Warga pun mulai gotong royong melakukan pembangunan. Pekerjaan ini diawali membangun rumah milik Suyanto. Pria dengan empat anak ini dibangunkan rumah seluas 4 x 8 meter di atas tanah wakaf mushola di Dusun Blokagung, Tegalsari. Maklum saja, Suyanto (54) selama ini tinggal menumpang di rumah seorang penjual bakso.
“Saya terharu sekali warga banyak yang membantu, dan peduli dengan kami. Nanti kalau rumah ini sudah selesai, saya bisa tinggal di sini, tidak harus menumpang lagi di rumah orang,” ucap Suyanto dengan terharu.
Kini, rumah Suyanto pun terlihat layak huni. Dinding rumahnya terbuat dari batako, atap rumah dari genteng cor. Jendela sudah terbuat dari kayu. Lantainya juga diplester dengan semen. Selain pembangunan rumah Suyanto, dua warga lainnya yang turut diperbaiki adalah rumah milik Juri dan Sandiman warga setempat. (dik/tin).












