Jakarta (Kabarpas.com) – Sebagai platform penggerak industri mode Indonesia, Jakarta Fashion Week percaya bahwa menjalin kemitraan yang sinergis dan strategis dengan pemerintah maupun berbagai organisasi dan institusi nasional dan internasional, terutama di Asia Pasifik, merupakan unsur esensial dalam upaya mengembangkan dunia mode dan industri kreatif tanah air.
Berbagai program dan kegiatan pun digulirkan untuk meningkatkan kapasitas para desainer maupun pelaku industri fashion Indonesia, dan membawa mereka ke pentas dunia. Sejumlah fashion show yang merupakan hasil kolaborasi desainer-desainer Indonesia dengan berbagai organisasi dan pusat kebudayaan internasional, seperti British Council, Council of Fashion Designers of Korea, Korea Creative Content Agency, Korean Cultural Center, dan Amazon Tokyo Fashion Week, hadir menyemarakkan pekan mode terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Melanjutkan penetrasi konsep sustainable fashion yang telah dimulai tahun lalu, tiga talkshow pun digelar oleh Jakarta Fashion Week 2017, berkolaborasi dengan Kedutaan Besar India, Kedutaan Besar Swedia, dan British Council, serta beberapa media yang berada di bawah payung Feminagroup.
Sebagaimana siaran pers yang diterima oleh redaksi Kabarpas.com dari Jakarta Fashion Week, pada hari ini, bertujuan untuk semakin mempererat kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan, Jakarta Fashion Week, dan Feminagroup, mengumumkan kemitraan terbaru dengan Korea Foundation for International Cultural Exchange (KOFICE), dalam program Young Creator Indonesia Fashion Institute (YCIFI).
Didukung oleh Grand Korea Leisure (GKL) Foundation, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Institut Teknologi Bandung (ITB) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), serta Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, YCIFI memberikan mentoring kepada 40 mahasiswa hasil kurasi, untuk dilatih menjadi fashion designer, fashion blogger, dan fashion stylist, yang dipersiapkan tampil di Jakarta Fashion Week 2018.
“Lewat YCIFI, Jakarta Fashion Week ingin membuka mata para mahasiswa yang memiliki minat besar terhadap fashion bahwa ada banyak profesi yang terlibat di industri fashion, dan bisa menjadi profesi mereka juga di masa depan, selain fashion designer dan fashion stylist. Fashion blogger, misalnya, saat ini memiliki peran penting dalam mendukung strategi marketing brand maupun label fashion, karena kemampuannya menjangkau audiens dalam waktu cepat dan jumlah yang semakin luas,” kata Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week kepada Kabarpas.com seperti dalam siaran pers.
Untuk itulah, lanjut Lenni. Jakarta Fashion Week menggandeng mediamedia yang berada di bawah payung Feminagroup, seperti Femina dan CLEO Indonesia. Dengan pengalaman yang panjang di industri ini, Jakarta Fashion Week dan Feminagroup merupakan mitra yang tepat bagi KOFICE untuk mengupas tema tersebut, sekaligus menginspirasi para mahasiswa agar dapat meraih sukses di industri kreatif ini.
“Para mahasiswa tersebut mendapatkan berbagai ilmu seputar dunia mode dan industri kreatif dari tenaga ahli Korea Selatan dan Indonesia, seperti fashion designer, pengajar di fakultas seni rupa dan desain, serta sekolah mode, creative/fashion director, fashion retail, maupun editor media fashion dan lifestyle, dan serangkaian sesi pelatihan lanjutan juga telah dipersiapkan oleh Jakarta Fashion Week dan Feminagroup di awal hingga pertengahan tahun depan,” pungkasnya. (***/tin).












