Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 9 Des 2017

Tradisi Dereh Getakan Budaya Asli Masyarakat Wonomerto


Tradisi Dereh Getakan Budaya Asli Masyarakat Wonomerto Perbesar

Reporter : Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Saat ini Pemerintah Kecamatan Wonomerto sedang berupaya untuk bisa terus melestarikan budaya asli masyarakat setempat berupa budaya dereh (merpati) getakan. Hal ini dilakukan sesuai dengan tagline Wonomerto Bangkit yang sedang didengung-dengungkan bersama para kepala desa (kades) se-Kecamatan Wonomerto.

“Budaya dereh getakan ini sudah mendarah daging bagi masyarakat Kecamatan Wonomerto. Bahkan setiap bulan ada arisan yang dilaksanakan oleh paguyuban. Jadi bisa setiap pertemuan sampai 200 sangkar. Dimana setiap sangkarnya berisi 15-30 ekor merpati,” ujar Camat Wonomerto Taufik Alami, Sabtu (9/12/2017).

Menurut Taufik, Kecamatan Wonomerto terdiri dari 11 desa dan termasuk dalam daerah dataran menengah. Struktur alamnya masuk geografis daerah perbukitan. Dari 11 desa itu, masyarakat di Desa Wonorejo, Sumberkare dan Jrebeng menggeluti usaha sektor pertanian, bidang peternakan. Salah satunya adalah usaha ternak merpati.

“Tidak mengherankan jika di 4 desa tersebut terkenal dengan budaya Dereh Getakan. Bahkan disana mempunyai kelompok pecinta atau komunitas burung merpati (dereh) getakan. Dari setiap acara selamatan desa atau peringatan hari besar nasional, selalu ada festival merpati getakan,” jelasnya.

Taufik menegaskan kegiatan dereh getakan ini bisa digunakan untuk kesibukan mengisi waktu senggang sehingga tidak sampai terpengaruh oleh perbuatan yang negatif. Sekaligus demi mengurangi tindakan kriminal melalui budaya tersebut. Setidaknya bisa mengingatkan kembali budaya lokal yang tidak tersentuh selama ini.

“Dereh getakan ini merupakan salah satu jati diri budaya lokal. Jati diri bangsa dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. Oleh karena itu, jangan sampai jati diri ini punah dan hilang. Terlebih tradisi dereh getakan ini merupakan budaya yang sangat positif,” tukasnya. (pu2t/nis)

Artikel ini telah dibaca 312 kali

Baca Lainnya

Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Perkuat Peran Sosial Pemuda

27 September 2026 - 21:16

Tembakau Paiton VO Probolinggo Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

19 September 2026 - 22:55

Penilik Sukapura-INOVASI Gelar Workshop Pengembangan Literasi bagi Guru PAUD

18 September 2026 - 11:40

Diperta Kabupaten Probolinggo Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4

15 September 2026 - 10:39

KREASI Kalbar Kunjungi SDN Sukapura 3, Pelajari Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap

13 September 2026 - 23:13

Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

12 September 2026 - 14:50

Trending di Kabar Probolinggo