Reporter : Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo menyatakan selama ini klub tidak mendapatkan perhatian dari KONI. Oleh karena itu, mulai tahun 2018 mendatang kalau ada klub yang memiliki track record baik minimal tingkat regional saja, maka akan ada perhatian dari KONI langsung kepada klub.
Hal itu disampaikan Gandhi Hartoyo dihadapan para pemilik Klub Divisi Utama, Divisi I dan Divisi II Askab PSSI Probolinggo dalam pembukaan Kongres Askab PSSI Probolinggo di ruang pertemuan Bentar Eks Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu, Minggu (10/12/2017).
“Ke depan kami mengharapkan agar klub senantiasa memanfaatkan pemain yang merupakan pemain lokal di daerahnya. Jangan pernah ngebon lagi. Karena selama ini kami perhatikan banyak klub yang ngebon tapi tidak pernah berprestasi,” katanya.
Lebih lanjut Gandhi mengharapkan agar kongres Askab PSSI Probolinggo ini berjalan secara demokrasi. “Siapa yang menjadi ketua dan mengharapkan klub baik silahkan. Intinya PSSI lebih baik ke depan. Yang menang mari kita dukung dan yang kalah mari legowo. Semoga dengan kongres ini PSSI semakin profesional dan bermartabat,” pungkasnya.
Sementara Ketua Umum Askab PSSI Probolinggo Santiyono menyampaikan selama kepemimpinannya selama 4 (empat) tahun belum pernah memberikan kontribusi prestasi. Namun pihaknya konsentrasi dalam melakukan pembinaan di usia dini mulai dari U-12, U-14, U-17 dan U-19.
“Pembinaan usia dilakukan karena beberapa regulasi sudah berubah. PSSI tugasnya hanya sebatas usia U-12 hingga U-19 saja, sementara yang senior binaan kita susah. Ini PR utk pengurus selanjutnya,” jelasnya.
Sedangkan anggota Exco Asprov PSSI Jawa Timur Abdul Munir menyampaikan Kongres ini dilaksanakan dalam rangka tertib organisasi, tertib reintrospeksi dan tertib regenerasi terkait program dan kepemimpinan di PSSI.
“PSSI ini memang organisasi yang cukup dinamis. Oleh karena itu ada baiknya potensi lokal dimaksimalkan. Jadikan produk-produk lokal itu yang akan menjadi bagian dari kompetisi. Lebih baik mengoptimalkan potensi lokal dari pada ngebon,” katanya.
Munir menjelaskan bahwa Kabupaten Probolinggo terkenal tertib melaksanakan kompetisi lokal. Terkait itu memang harus ada muaranya terkait dari berbagai program yang dilakukan.
“Memang orang yang mengurus sepakbola itu seperti orang gendeng karena tidak ada untungnya tapi sering torok. Tetapi bersaingnya di sepakbola hanya 2×45 menit setelah itu rangkul-rangkulan,” tegasnya.
Kongres sendiri memiliki agenda utama pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan anggota Exco Askab PSSI Probolinggo untuk periode 2017-2021 mendatang. (pu2t/nis)

















