Reporter : Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Angin puting beliung menerjang rumah warga yang berada di Kelurahan Kraksaan Wetan, Kelurahan Patokan dan Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/12/2017) sore sekitar pukul 14.30 WIB. Akibatnya 107 rumah warga rusak dibagian genteng dan atap.
Rumah warga yang rusak tersebut tersebar di 3 kelurahan. Yakni Kelurahan Sidomukti 15 rumah, Patokan 20 rumah dan Kraksaan Wetan sebanyak 72 rumah. Selain merusak rumah warga, angin puting beliung ini juga menumbangkan puluhan pohon dan merusak puluan unit mobil warga. Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Saat puting beliung terjadi, sejumlah warga berlarian karena panik ketika angin puting beliung datang secara tiba-tiba. Material bangunan tampak beterbangan. Tidak hanya itu, sebuah warung pun rata dengan tanah dihantam angin puting beliung.
Kejadian ini berawal saat awan mendung hujan dan angin bergemuruh dan tiba-tiba angin puting beliung datang menerjang puluhan rumah warga. Kejadian tersebut berlangsung selama 30 detik lamanya hingga puluhan rumah rusak parah. Kerusakan terparah terjadi di Kelurahan Kraksaan Wetan.
Lurah Kraksaan Wetan Alim Susilo kepada media kabarpas.com mengatakan bahwa rumah yang rusak diantaranya terdapat di Dusun Karang Juwet 24 rumah. Diantaranya 6 rumah rusak parah dan 18 rusak ringan. Sedangkan di belakang SMK Darsis hanya bagian genteng saja . Jadi total keseluruhan 72 rumah yang rusak.
“Atas musibah ini kami berusaha bergotong royong untuk memperbaiki dahulu beberapa rumah yang bisa mendapatkan penanganan. Sementara yang rusak masih kami koordinasikan dengan beberapa pihak terkait,” kata Alim.
Menurut penuturan Mistaji (65 tahun) warga yang rumahnya rusak diterjang angin kencang, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat hujan turun rintik-rintik. jelang beberapa saat datang angin putting beliung menyapu perkampungan mereka.
Tiupan angin tersebut menerjang permukiman warga dan menerbangkan genting rumah. “Atap rumah dari genting dan asbes berterbangan. Warga keluar rumah mencari tempat aman,” katanya.
Menyaksikan hal itu, Karji langsung mengajak istri dan anaknya menyelamatkan diri keluar rumah. “Belum sempat lari, angin sudah mengobrak-abrik rumah,” pungkasnya. (pu2t/nis)

















