Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 14 Des 2017

Cak Nun Ajak Guru Untuk Gembira dan Berinovasi


Cak Nun Ajak Guru Untuk Gembira dan Berinovasi Perbesar

eporter : Mahfudz
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-23 tahun 2017, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan PGRI Kabupaten Probolinggo mengadakan Sinau Bareng Emha Ainun Najib atau Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (13/12/2017) malam.

Kegiatan Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng ini diikuti oleh 1.000 orang peserta terdiri dari para guru, pengawas, penilik dan mitra terkait. Mereka menggunakan pakaian dengan nuansa putih berkopyah bagi laki-laki dan muslimah bagi perempuan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan jajaran Forkopimda, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Munir Kholili, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono dan pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut Cak Nun menyampaikan bahwa harus gembira menjadi seorang guru. Guru harus menemukan inovasi dan cara apa yang bisa membuat guru gembira sehingga anak-anak tidak bosan. “Banyak anak-anak yang tidak paham pelajaran karena guru dan suasana kelasnya yang tidak menyenangkan. Hidup ini harus memberi berita gembira dengan cara memberikan kegembiraan,” ujarnya.

Menurut Cak Nun, pendidikan itu harusnya juga mengajarkan akhlak. Namun dalam kurikulum yang dibuat tidak ada yang menjelaskan tentang pendidikan akhlak. Dari sinilah guru harus bisa memberikan pendidikan akhlak kepada anak didiknya. “Kalau tidak ada di kurikulum maka pendidikan akhlak ini harus diisi sendiri oleh guru,” tegasnya.

Sementara Hasan Aminuddin mengatakan bahwa zaman ini butuh sebuah uswah hasanah atau contoh yang baik dari pemimpin. “Mari kita awali dari guru. Para pemimpin saat ini merupakan hasil karya besar dari guru. Oleh karena itu, kita harus selalu menghormati guru,” katanya.

Menurut Hasan, akhlak wajib dicontohkan oleh guru. Karena peradaban saat ini seseorang sering mengambil keputusan melogikakan semua problem di dunia ini. Nilai-nilai keimanan sudah tidak ada.

“Perilaku zaman hari ini adalah perubahan gaya hidup sehingga mensyukuri nikmat selalu merasa tidak cukup. Bahkan budaya malu hampir mulai ditinggalkan. Dalam kesempatan ini saya mengajak semua guru untuk mengembalikan semua itu seperti dahulu,” jelasnya. (pu2t/nis)

Artikel ini telah dibaca 86 kali

Baca Lainnya

Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Perkuat Peran Sosial Pemuda

27 September 2026 - 21:16

Tembakau Paiton VO Probolinggo Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

19 September 2026 - 22:55

Penilik Sukapura-INOVASI Gelar Workshop Pengembangan Literasi bagi Guru PAUD

18 September 2026 - 11:40

Diperta Kabupaten Probolinggo Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4

15 September 2026 - 10:39

KREASI Kalbar Kunjungi SDN Sukapura 3, Pelajari Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap

13 September 2026 - 23:13

Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

12 September 2026 - 14:50

Trending di Kabar Probolinggo