Reporter : Alip Nuryanto
Editor : Titin Sukmawati
Bandung, Kabarpas.com – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Koordinasi Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Rakor Sakoma), yang akan dilaksanakan mulai hari ini tanggal 27 Februari s/d 01 Maret 2018 nanti. Kegiatan yang akan diikuti sebanyak 250 orang peserta dari 34 Pengurus LP Ma’arif NU Wilayah dan Pengurus Sakoma seluruh Indonesia tersebut, akan diselenggarakan di Hotel Jayakarta Jalan Ir. Haji Juanda, Dago, Bandung.
Acara yang dikemas untuk Menyongsong Satu Abad NU dengan tema “Outlok Indonesia 2030, Kontribusi Ma’arif NU dalam Menyiapkan Generasi Emas 2030,” akan dibuka oleh Ketua Umum PBNU Prof.Dr.KH.Said Aqil Siradj,MA yang sekaligus menyampaikan pengarahan.

Dalam Pembukaan Rakernas tersebut, diagendakan akan dihadiri pula dua menteri sebagai keynote speech yakni; Mendikbud Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, MAP dan Menag Dr. K.H. Lukman Hakim Saifuddin.
“Tema Outlok Indonesia 2030, Kontribusi Ma’arif NU dalam Menyiapkan Generasi Emas 2030 ini, dipilih karena dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang masa depan Indonesia pada tahun 2030 nanti sebagai sebuah pijakan dasar negara-bangsa dalam menghadapi perubahan baik politik, ekonomi, sosial, dan budaya,” ujar Ketua PP LP Ma’arif NU, KH Arifin Junaidi kepada Kabarpas.com, Selasa (27/02/2018).
Dijelaskan, secara khusus kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk berbagai hal. Di antaranya yaitu merumuskan model-model pendidikan karakter yang dapat diselenggarakan oleh sekolah, madrasah, dan lembaga pendidikan informal baik dari segi kurikulum, penyelenggaraan, serta pengorganisasian satuan pendidikan.
“Berikutnya yaitu untuk memberi input terhadap pengambil kebijakan baik pemerintah, sekolah/madrasah, maupun lembaga pendidikan tentang penyelenggaraan pendidikan karakter yang sesuai dengan karakter Islam Nusantara. Dan yang terakhir yakni untuk meningkatkan pelaksanaan pendidikan karakter pada sekolah dan madrasah,” terangnya.
Dengan demikian, lanjut KH Arifin Junaidi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik teoritik dan praktis. Dan secara teoritik diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan keilmuan dalam bidang manajemen pendidikan dan secara khusus manajemen pendidikan karakter.
“Adapun secara praktis diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak pimpinan sekolah/madrasah, guru, dan seluruh pengelola pendidikan, bahkan para pemerhati pendidikan tentang pedoman pelaksaan pendidikan karakter. Oleh karena itu, serangkaian kegiatan yang akan berlangsung 3 hari perlu menghadirkan sejumlah nara sumber sebagai pembicara, antara lain Dr. H. Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga RI), Dr. H. Idrus Marham (Menteri Sosial RI), dan Dr. Adyaksa Dault (Kakwarnas Pramuka). Serta beberapa nama-nama tokoh lainya,” tandasnya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa di persidangan dalam Rakernas LP Ma’arif NU dan Rakornas Sako Pramuka Ma’arif NU akan dibagi dua yakni Sidang Pleno dan Sidang Komisi. Pada sidang pleno pertama diisi pandangan Ketua LP Ma’arif NU Pusat dan Sako Ma’arif NU Nasional, masing-masing akan disampaikan oleh dirinya. Yakni, terkait kebijakan umum LP Ma’arif NU Pusat dan Drs. H.Muchsin Ibnu Djuhan, MA tentang kebijakan Sako Pramuka Ma’arif NU Pusat.
Sementara dalam sidang komisi Rakernas LP Ma’arif NU akan dibahas beberapa materi antara lain; Pedoman Pendidikan Karakter LP Ma’arif NU, KI/KD Aswaja, BHPNU dan Sipenmanu, Tata Kelola Kelembagaan LP Ma’arif NU, Program-Program LP Ma’arif NU, dan Rekomendasi. “Demikian pula pada sidang komisi Rakornas Sako Pramuka Ma’arif NU akan dibahas materi tentang Penyempurnaan Juklak/Juknis Sako Pramuka Ma’arif NU, Program-Program Sako Pramuka Ma’arif NU, dan Rekomendasi,” pungkasnya. (lip/tin).

















