Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 27 Mar 2018

Turunkan AKI-AKB, RSUD Tongas Terapkan Sistem Rujukan Maksimal


Turunkan AKI-AKB, RSUD Tongas Terapkan Sistem Rujukan Maksimal Perbesar

Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas terus berkomitmen menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Salah satunya dengan menerapkan sistem rujukan yang standart dalam rangka memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

Direktur RSUD Tongas drg. Kamaliyah Tjipluk Pudji Lestari mengungkapkan sistem rujukan ini bertujuan agar pasien mendapat perawatan sebaik-baiknya serta menjalin kerja sama dengan mengirim pasien ke fasilitas yang lebih lengkap.

“Kegiatan ini sangat penting agar para pelaku kesehatan ini mampu menjalin komunikasi dan koordinasi bagaimana memberikan rujukan kepada pasien yang benar. Paling tidak sudah memahami, jika ada pasien apa yang harus dilakukan. Terutama pasien yang membutuhkan sistem rujukan,” katanya, Selasa (27/3/2018).

Melalui penerapan sistem rujukan yang baik, drg. Kamaliyah berharap agar nantinya untuk menurunkan AKI dan AKB semua terlaksana sesuai hierarki. Dimana masyarakat miskin harus dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah.

“Ke depan, AKI dan AKB menurun lebih rendah dari standart nasional sehingga SPM meningkat. Kalau dari hulu ditangani dengan baik, nanti otomatis AKI dan AKB menurun. Sehingga bidan desa tahu kondisi ibu hamil (bumil) di lingkungan desanya. Dari bidan desa, puskesmas hingga rumah sakit semua bisa tertangani dengan baik,” tegasnya.

Lebih lanjut drg. Kamaliyah menambahkan bahwa program ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Apabila pasien bumil tidak bisa datang, maka pihak RSUD Tongas akan mendatangi wilayah yang tidak terjangkau dengan membawa peralatan medis yang dibutuhkan demi menurunkan AKI dan AKB.

“Kami juga meluncurkan inovasi untuk mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan bayi BBLR dan bayi sakit yang habis rawat inap. Inovasi ini dilakukan untuk mengetahui tumbuh kembang bayi selama setahun,” pungkasnya. (mel/nis)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

Baca Lainnya

Fawait Ingin APBD Jember 2027 Lebih Merata hingga Pelosok Desa

2 Oktober 2026 - 08:50

Layak Ditunggu! Setelah UHC dan Home Care, Jember Siapkan Inovasi Kesehatan Baru dalam Waktu Dekat

2 Oktober 2026 - 08:48

Kuasa Hukum Aminatus Desak Kemenag Bentuk Tim Independen Periksa Dugaan Pelanggaran Guru Madrasah di Jember

2 Oktober 2026 - 08:03

Gugatan Cerai Diubah di Persidangan, Yulianto Jalani Pemeriksaan di Polres Jember 

2 Oktober 2026 - 07:52

Mengaku Dikelabui Leasing, Nasabah asal Banyuwangi Lapor ke Polres Jember

1 Oktober 2026 - 19:42

Rekayasa Lalu Lintas Pasar Tanjung Masih Temukan Pelanggaran, Dishub Siap Evaluasi 

1 Oktober 2026 - 17:26

Trending di KABAR NUSANTARA