Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 11 Jun 2018

Karang Taruna Probolinggo Gelar Buka Bersama dengan Ratusan Anak Jalanan


Karang Taruna Probolinggo Gelar Buka Bersama dengan Ratusan Anak Jalanan Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Momen bulan suci ramadan yang dalam waktu dekat lagi akan berakhir, dimanfaatkan oleh Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kabupaten Probolinggo, dengan mengadakan buka bersama (Bukber) ratusan anak jalanan. Acara ini dilaksankan di halaman GOR Sasana Krida, Kota Kraksaan, Probolinggo. 

Buka bersama ratusan anak jalanan ini, dihadiri oleh pengurus Majelis Pembimbing Karang Taruna (MPKT) Kabupaten Probolinggo, Ketua FPKT Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili beserta segenap jajaran FPKT serta Ketua dan Sekretaris FPKT Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Ketua FPKT Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili mengatakan bahwa buka bersama dengan ratusan anak jalanan ini merupakan wujud kepedulian Karang Taruna dalam mengentaskan dan membina anak jalanan. Sebab selama ini, mereka kerap dipandang sebagai kelompok negatif, bahkan dianggap sampah masyakarat.

“Kami ingin memberikan kegiatan positif sehingga mereka tidak lagi di jalanan. Sebagai langkah awal, mulai hari ini mereja kita panggil ‘sayang’ bukan lagi anak jalanan. Panggilan itu menurut kami sangat bagus. Kita menuruti permintaan mereka,” katanya kepada Kabarpas.com biro Probolinggo.

Sementara Rizky, salah satu anak jalanan asal Desa Rondokuning Kecamatan Kraksaan mengaku bahwa selama ini ia dan teman-temanya memang jarang berkumpul dengan instansi atau organisasi yang bersedia menampung keluh kesah mereka. Yang ada, justru ia dan rekan-rekannya dikejar-kejar petugas Satpol PP saat melakukan razia.

“Kami bersyukur karena karang taruna telah peduli dan memberikan ruang untuk bisa mengeluarkan unek-unek yang kami rasakan sejauh ini. Yang menjadi keluhan kami adalah tentang pandangan publik terhadap kami. Padahal pekerjaan sebagai pengamen jalanan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA