Reporter : Pendik
Editor : Pendik
Banyuwangi, Kabarpas.com – Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu bagi setiap umat muslim untuk berkumpul bersama keluarga. Bahkan, para perantauan pun rela bermacet-macetan mudik ke kampung halaman hanya untuk menikmati momen tersebut bersama keluarganya.
Tidak terkecuali bagi mereka yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah Tahanan (Rutan) akibat terjerat kasus hukum.
Seperti yang terlihat di Lapas kelas II B Banyuwangi misalnya, ribuan orang silih berganti datang ke Lapas untuk membesuk anggota keluarga dan kerabat mereka yang ditahan.
Kepala Lapas kelas II B Banyuwangi Ketut Akbar menjelaskan, jumlah pembesuk di hari raya Idul Fitri membludak mencapai 1386 orang yang terbagi menjadi dua sip kunjungan, dimana yang pertama kunjungan kriminal mencapai 734 orang dan kunjungan narkoba 652 orang.
Oleh karena itu, sebagian diantaranya terpaksa berdiri dan mereka pun maklum, sebab yang terpenting adalah dapat bertemu dengan anggota keluarga atau kerabat yang mendekam di lapas.
“Nggak masalah sih, yang penting bisa ketemu sama anak saya,” ucap Nurlinah, orang tua salah satu narapidana kasus narkoba.
Nurlinah datang dari daerah Bayuwangi selatan bersama keluarga besarnya. Demikian pula dengan pembesuk lainnya, rata-rata datang dengan rombongannya.
“Saya sama keluarga besar, ada 10 orang. Itu tadi ada yang sampai 13 orang,” tutur Nurlinah (pen/pen).

















