Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 2 Jul 2018

Kebutuhan Benih Tembakau di Probolinggo Dipenuhi Penangkar dan Petani


Kebutuhan Benih Tembakau di Probolinggo Dipenuhi Penangkar dan Petani Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Rencana areal tanam tembakau musim tanam (MT) tahun 2018 seluas 10.774 hektar. Dengan asumsi rencana produksi sebesar 12.929 ton dan asumsi produktivitas 1,2 ton/Ha. Luasan lahan tersebut membutuhkan benih sekitar 215.480.000. Dimana perkiraan kebutuhan per hektar sekitar 20 ribu benih dengan jarak tanam 100 cm x 50 cm.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Perkebunan Semusim Evi Rosellawati.

“Dari rencana areal tanam tembakau tersebut, tentunya harus disediakan benih tembakau yang berkualitas baik dari penangkar maupun petani sendiri. Oleh karena itu kita intens memonitoring ketersediaan benih tembakau di penangkar selaku produsen benih tembakau yang berkualitas,” katanya kepada Kabarpas.com biro Probolinggo, Senin (2/07/2018) pagi..

Menurut Evi, saat ini di Kabupaten Probolinggo terdapat 3 penangkar benih tembakau. Yakni, Rachmad Yogi Samantha dari Kelompok Tani Cempiring Desa Karanganyar Kecamatan Paiton, Kelompok Tani Barokah IV Desa Bucor Kulon Kecamatan Pakuniran dan Hari Susanto dari Desa Bucor Kulon Kecamatan Pakuniran.

“Selain itu, petani-petani tembakau juga sudah melakukan pembenihan secara mandiri, baik untuk varietas Paiton VO maupun Jawa. Sehingga kebutuhan benih tembakau ini sudah bisa dipenuhi baik melalui penangkar maupun kelompok tani,” terangnya.

Menurut Evi, selama ini pihaknya secara rutin sudah melakukan pembinaan kepada para penangkar benih maupun kelompok tani baik melalui anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan swadaya.

“Benih yang terjamin kualitasnya biasanya diperoleh dari penangkar benih karena sudah disertifikasi. Hanya saja setiap penangkar hanya mampu menghasilkan benih sekitar 1 hingga 2 juta saja. Sisanya dilakukan oleh petani sendiri, tetapi bijinya dari penangkar yang sudah bersertifikat,” jelasnya.

Evi mengharapkan dari rencana areal tanam seluas 10.774 hektar ini bisa terealisasi secara maksimal sesuai dengan kebutuhan gudang. Sehingga hasil panen tembakau bisa aman dan terbeli semua oleh pihak gudang dengan harga yang tinggi.

“Sebagai gambaran bahwa pada tahun 2017 lalu, dari rencana areal tanam seluas 10.774 hektar, realisasinya mencapai 7.609 hektar. Tetapi itu tidak penting asalkan tidak ada gejolak dan hasil panen tembakau bisa terbeli semua oleh pihak gudang. Harapan  akhirnya tentu kesejahteraan petani bisa meningkat,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 187 kali

Baca Lainnya

Pahami Arah Kebijakan Prabowo, Fawait Implementasikan Lewat Program Pemkab Jember

16 Oktober 2026 - 13:13

Jember, Kuba-nya Indonesia dalam Urusan Cerutu

16 Oktober 2026 - 12:53

Cerutu Jember Tembus 45 Negara, Gus Fawait Promosikan Produk Lokal di Forum Nasional

16 Oktober 2026 - 12:51

Kemendagri Buka Kanal “Reboan” untuk Kepala Daerah, Permudah Koordinasi hingga Tingkat Pusat

15 Oktober 2026 - 19:04

Pemkab Jember Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat, Fokus pada Layanan Dasar dan Kesehatan

15 Oktober 2026 - 12:57

Polantas Jember Sapa Ojol dan Pedagang di Simpang Mangli, Sosialisasikan Keselamatan Lalu Lintas

15 Oktober 2026 - 11:04

Trending di KABAR NUSANTARA