Reporter : Dhonny Martha
Editor : Pendik
Banyuwangi, Kabarpas.com – Ratusan warga Desa Alas Buluh Wongsorejo, Banyuwangi melurug balai desa setempat. Aksi ini dilakukan guna menyampaikan aspirasi mereka yang menolak adanya galian c dan rencana Industrialisasi view di wilayah tersebut.
Dari pantauan Kabarpas.com biro Banyuwangi. Setibanya di balai desa mereka langsung diterima oleh Sekdes setempat, Abdul Azis. Pasalnya, untuk Kepala Desa (Kades) sendiri sedang tidak ada di tempat.
Pare pendemo ini menilai bahwa penambangan galian C merusak jalan. Untuk itu sebagaimana dalam isi tuntutan mereka yang dibacakan oleh koordinator aksi, Yateno Subandiyo meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi agar menghentikan rencana industrialisasi view di Desa Alasbulu dan Desa Wongsorejo karena tidak berpihak pada rakyat.
“Rencana industrialisasi di wilayah ini hanya menguntungkan para kapitalis, tidak berpihak pada kaum bawah, makanya hentikan rencana itu,” ujar Yateno berapi-api yang langsung disambut dengan serentak oleh massa “Setuju, tolak, tolak rencana itu,” jawab massa dengan gegap gempita.
Tak hanya itu, mereka juga mendesak kepada Pemkab Banyuwangi agar menghentikan AMDAL yang saat ini dilakukan oleh dinas terkait.
“Hentikan proses AMDAL, tolong Pemkab Banyuwangi menyelesaikan penyerobotan tanah rakyat yang dikuasai oleh PT. Wongsorejo. Akibat penyerobotan tanah itu, warga Wongsorejo dan Alasbulu semakin menderita,” ungkapnya.
Selanjutnya, para pendemo ini menuju Pendopo Kecamatab Wongsorejo. Di tempat ini, perwakilan lima orang diterima oleh Sekcam Wongsorejo, Solihin didampingi Kalposek Wongsorejo Aiptu Kusmin dan Danramil. (don/pen).

















