Reporter : Arif Hidayat
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Selain melakukan penggeledahan ke sejumlah rumah di wilayah Bangil Kabupaten Pasuruan. Densus 88 Anti Teror dibantu puluhan personel Polres Pasuruan, dikabarkan juga telah mengamankan sejumlah orang dan beberapa barang bukti.
Data yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, ada sekitar 6 sampai 7 orang yang diamankan dalam penggerebekan tersebut. Selain itu petugas kepolisian juga menyita sejumlah buku berisi tentang jihad. “Untuk yang diamankan informasinya ada sekitar 6 sampai 7 orang,” ujar Camat Bangil, Rachmad Syarifudin, Selasa, (23/07/2018).
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso tidak merinci berapa orang yang diamankan dan barang bukti apa saja yang disita Densus. Dirinya menegaskan bahwa pihaknya tak memiliki wewenang untuk memberikan penjelasan terkait operasi yang dilakukan Densus 88 Anti Teror tersebut.
“Nanti satu pintu aja yaa,” ucapnya singkat.
Seperti dikabarkan sebelumnya, pihak kepolisian terus memburu terduga teroris Anwardi atau pemilik bom yang meledak di sebuah rumah kontrakan di Jl. Pepaya RT 01 RW 01, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada 5 Juli 2018 lalu. Pasalnya, pasca kejadian tersebut Anwardi berhasil melarikan diri dan hingga kini masih belum tertangkap.
Dari pantauan Kabarpas.com di lokasi, pada Senin (23/07/2018) sore, penggeledahan yang dilakukan Tim Densus 88 dan diback-up Polres Pasuruan ini diawali dengan melakukan penyisiran ke sejumlah tempat yang diduga kuat pernah dijadikan tempat tinggal terduga teroris. (rif/gus).

















