Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Peristiwa · 9 Agu 2018

Dampak Embun Membeku, Belasan Hektar Tanaman dan Sayur Mayur di Gunung Bromo Rusak


Dampak Embun Membeku, Belasan Hektar Tanaman dan Sayur Mayur di Gunung Bromo Rusak Perbesar

Reporter : Moh Wildanov

Editor : Memey Mega

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Fenomena embun beku yang terjadi di gunung bromo Kabupaten Probolinggo,  berdampak pada belasan hektar tanaman sayur mayur di  wilayah ini rusak. Bahkan, warga setempat yang menyebutnya upas ini,  akan mematikan tanaman kubis, kentang, sawi, bawang pre dan tomat.

Seperti yang dijumpai wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo, di sebuah ladang sayur mayur yang berada di Desa Ngadirejo. Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang kondisinya mengenaskan,  akibat embun beku tersebut.

Sejumlah tanaman kubis, tomat, bawang pre dan kentang mengering akibat terkena embun beku. Selain desa ngadirejo, kawasan desa ngadisari sebelah sisi timur juga kondisinya mengenaskan akibat fenomena embun beku ini.

“Warga di sini menyebutnya beku adalah upas, dan memang fenomena tahunan ini  kerap melanda  ladang warga sini,” ucap Paita, salah satu petani setempat.

Embun beku biasanya bercampur belerang,  sehingga berdampak pada mengeringnya sejumlah tanaman sayur mayur dan musim kemarau  akan memperparah kondisi ini.

Paita menambahkan,  bila tanaman terkena upas sudah berumur 3 bulan, masih bisa diselamatkan, dan bisa dipanen dini.

“Namun, apabila masih kecil atau berumur sekitar satu bulan,  maka tanaman tersebut akan mati,  dan tidak bisa diselamatkan, sehingga terancam gagal panen, “ tandasnya.

Menurut Paita, upas biasanya bisa diantisipasi dengan menyiram tanaman dengan air,  namun karena musim kemarau dan sudah air, maka upas semakin merusak tanaman.

Musim upas,  memang direkomendasikan oleh  Dinas Pertanian setempat untuk tidak bercocok tanam, karena selain musim kemarau upas akan mematikan tanaman petani. Dan kini  petani lereng  gunung bromo hanya bisa pasrah, dan berharap agar  upas segera berakhir serta musim hujan  segera turun. (Wil/Mey).

Artikel ini telah dibaca 150 kali

Baca Lainnya

LAZISNU Depok Kelola 1.067 Hewan Qurban di 64 Titik, Manfaat Dirasakan Lebih dari 30 Ribu Warga

31 Mei 2026 - 17:12

BRI Pasuruan Salurkan Bantuan TJSL Rp200 Juta untuk Pengadaan Alat Kesehatan Klinik FKTP Polres Pasuruan

30 Mei 2026 - 07:39

Luka

24 Mei 2026 - 23:56

Innalillahi, PC Pergunu Kota Pasuruan Berduka atas Wafatnya Anggota Aktif

23 Mei 2026 - 11:07

Jember Jadi Sorotan Nasional, Strategi Fawait dalam Pengentasan Kemiskinan Dipuji BP Taskin

21 Mei 2026 - 15:56

SPPG Al-Mubarok Kaliwates Disuspensi BGN Usai Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jember

21 Mei 2026 - 15:52

Trending di Peristiwa