Reporter : Moh Wildanov
Editor : Memey Mega
Probolinggo, Kabarpas.com – Fenomena embun beku yang terjadi di gunung bromo Kabupaten Probolinggo, berdampak pada belasan hektar tanaman sayur mayur di wilayah ini rusak. Bahkan, warga setempat yang menyebutnya upas ini, akan mematikan tanaman kubis, kentang, sawi, bawang pre dan tomat.
Seperti yang dijumpai wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo, di sebuah ladang sayur mayur yang berada di Desa Ngadirejo. Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang kondisinya mengenaskan, akibat embun beku tersebut.
Sejumlah tanaman kubis, tomat, bawang pre dan kentang mengering akibat terkena embun beku. Selain desa ngadirejo, kawasan desa ngadisari sebelah sisi timur juga kondisinya mengenaskan akibat fenomena embun beku ini.
“Warga di sini menyebutnya beku adalah upas, dan memang fenomena tahunan ini kerap melanda ladang warga sini,” ucap Paita, salah satu petani setempat.
Embun beku biasanya bercampur belerang, sehingga berdampak pada mengeringnya sejumlah tanaman sayur mayur dan musim kemarau akan memperparah kondisi ini.
Paita menambahkan, bila tanaman terkena upas sudah berumur 3 bulan, masih bisa diselamatkan, dan bisa dipanen dini.
“Namun, apabila masih kecil atau berumur sekitar satu bulan, maka tanaman tersebut akan mati, dan tidak bisa diselamatkan, sehingga terancam gagal panen, “ tandasnya.
Menurut Paita, upas biasanya bisa diantisipasi dengan menyiram tanaman dengan air, namun karena musim kemarau dan sudah air, maka upas semakin merusak tanaman.
Musim upas, memang direkomendasikan oleh Dinas Pertanian setempat untuk tidak bercocok tanam, karena selain musim kemarau upas akan mematikan tanaman petani. Dan kini petani lereng gunung bromo hanya bisa pasrah, dan berharap agar upas segera berakhir serta musim hujan segera turun. (Wil/Mey).

















