Reporter : Moch Wildanov
Editor : Diaz Octa
Probolinggo, Kabarpas.com – Seorang mahasiswi yang hendak menelpon temannya, menjadi sasaran penjambret. Modus baru yang digunakan pelaku yakni memberikan senyuman kepada korban. Namun, aksi pelaku berhasil dihentikan karena motor yang dikendarai pelaku, kehabisan bensin.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com, berawal saat Rokayah (Mahasiswi) hendak menelpon temannya di Perempatan Desa Tunjung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Tiba-tiba ada seseorang yang mengendarai motor, berhenti di depannya dan memberikan senyuman.
Rokayah pun tercengang sambil berpikir apakah orang tersebut temannya. Melihat korban lengah, pelaku berinisial HS pun langsung merampas handphone milik Rokayah secara paksa. Rokayah pun sempat memberikan perlawanan, hingga akhirnya kalah dan handphone miliknya berhasil dibawa kabur pelaku.
Sontak Rokayah berteriak minta tolong. Mendengar teriakan korban, dan pengendara di sekitarnya ia pun langsung mengejar pelaku.
Sialnya, motor pelaku kehabisan bensin. Pelaku HS pun tertangkap dan menjadi bulan-bulanan warga. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku ke Mapolsek Paiton.
Pelaku HS (30), warga Karang Anyar, Paiton, mengaku nekat menjambret karena untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pekerjaannya sebagai nelayan, kurang mendapatkan hasil karena tangkapan ikan menurun akibat cuaca buruk.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (wil/diz).

















