Reporter : Alip Nuryanto
Editor : Abu Avzalea
Palembang, Kabarpas.com – Dalam rangka menyajikan data perguruan tinggi yang akurat pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Kemenag RI menggelar Workshop Evaluasi Pelaporan PDDIKTI PTKI di Palembang.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari (24-26/10/18) tersebut diikuti oleh perwakilan dari pengelola TIPD PTKI-Negeri.
Hadir sebagai narasumber Agus Sholeh, M.Ed (Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama), Prof. Drs. H. M. Sirozi, M.A., Ph.D. (Rektor UIN Raden Fatah Palembang), Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng (Kasubdit Kompetensi Sumberdaya Manusia Kemenristekdikti) dan David Aulia Akbar Adhieputra, M.Si (Kasubbid Pengolahan Data dan Informasi Pusdatin Kemenristekdikti).
Fachruddin selaku ketua panitia menyampaikan kegiatan ini diikuti oleh perwakilan PTKIN se-Indonesia dan berharap semoga dari pertemuan ini seluruh permasalahan yang ada bisa terselesaikan.
Untuk penguatan data PDDIKTI kegiatan ini telah dilaksanakan selama empat kali selama tahun 2018. Ini merupakan target untuk penguatan data PTKI karena data saat ini bukan hanya koleksi namun data harus memiliki makna dalam peningkatan mutu dan kualitas perguruan tinggi.
“Data PDDIKTI harus bisa menjadi sumber inspirasi kebijakan pemerintah dan masyarakat,” jelas Agus Sholeh saat memberikan arahan.
Perkembangan dunia teknologi menuntut lembaga pendidikan tinggi untuk terus berkembang agar kampus tidak tertinggal dengan perkembangan jaman.
“Penguatan data PDDIKTI ini sangat penting karena sudah terintegrasi dengan sistem akreditasi perguruan tinggi online (SAPTO),” jelas M. Sirozi .
Sementara, Lelis Tsuroya Kasi Pembinaan Kelembagaan PTKIN mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawal hal ini.
“Kami akan terus mengawal seluruh proses pendataan PDDIKTI baik dosen dan mahasiswa agar lebih valid dan akuratje,” jelas Lelis Tsuroya Kasi Pembinaan Kelembagaan PTKIN.
Target dari kegiatan ini adalah proses migrasi data PTKI yang mengalami perubahan bentuk, disetujuinya registrasi pendidik baik NIDN, NIDK dan NUP, perubahan data dosen dan perubahan data mahasiswa.
Menurut Abu Bakar Siddik, pengelola PDDIKTI IAIN Fattahul Muluk Papua menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting karena bisa menjawab kebuntuan permasalahan yang dialami oleh pengelola di kampus.
“Komunikasi dan kerjasama yang baik adalah kunci kesuksesan kita dalam pendataan pada PDDIKTI,” tutupnya.
(lip/abu).

















