Reporter : Moch Wildanov
Editor : Abu Avzalea
Probolinggo, Kabarpas.com – Isu penculikan anak yang akhir-akhir marak membuat orang tua di Probolinggo resah.
Keresahan orang tua semakin bertambah ketika di medsos banyak netizen yang memposting hal yang sama.
Junaidi, salah satu warga Jalan Armada Kota Probolinggo mengatakan, isu penculikan anak memaksa dirinya yang memiliki buah hati sekolah di SDN Sukabumi 4 dan TK RA Hidayah menjadi tidak tenang dan resah dengan maraknya isu tersebut.
Untuk antisipasi hal tersebut tidak menimpa buah hatinya, dirinya memilih proakif berkoordinasi dengan sekolah. Dan menjemput lebih awal.
“Pokoknya saya tetap waspada dengan intens berkoordinasi dengan pihak sekolah,” ucapnya.
Hal senada juga dikemukakan oleh Margi Budianto warga Kraksaan. Ia mengatakan postingan penculikan anak di medsos entah itu benar terjadi atau hanya hoax sangat meresahkan dirinya. Apalagi isu tersebut pernah ramai di daerah Kraksaan, Pakuniran, dan di Kecamatan Maron.
“Diharapkan peran aktif beberapa pihak baik dari unsur polri, dewan dan dinas pendidikan mengatasi hal ini, agar isu penculikan anak tidak menghantui para orang tua,” harapnya.
Sementara itu, AKBP Alfian Nurrizal, Kapolres Probolinggo Kota akan berkoordinasi dengan intansi terkait untuk mengatasi hal ini.
Dirinya berharap agar pihak sekolah dan orang tua lebih waspada dan sering berkoordinasi serta memverifikasi tentang penjemput putra-putrinya di sekolah.
“Sekolah diharapkan ada kamera CCTV agar segala sesuatunya bisa terpantau dan Polres Probolinggo Kota akan mensiagakan anggota ke sekolah sekolah,” terangnya.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat khususnya para orang tua diharap tidak ikut menyebarkan kabar hoax.
“Saya harap para orang tua tidak cemas dengan permasalahan ini, dengan berkoordinasi dengan cepat bila terjadi sesuatu hal tidak diinginkan, polisi bisa bertindak,” tutupnya. (wil/abu).

















