Reporter : Moch Wildanov
Editor : Titin Sukmawati
Probolinggo, Kabarpas.com – Salah paham karena terkendala bahasa, seorang turis Asal negara Rusia nyaris dihakimi massa di area pemakaman Desa Sepuhgembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
Warga nyaris menghakiminya karena Turis malang yang diketahui bernama Zakarov, 40 tahun ini, berada di area makam sendiri pada malam hari.
Beruntung aksi main hakim sendiri ini tidak sampai terjadi karena datang anggota polisi dari Polsek Wonomerto yang sedang beroperasi berhasil menenangkan warga.
untuk menghindari amuk massa, Turis tersebut langsung dibawa Ke Mapolsek Wonomerto, dan setelah keesokan harinya turis tersebut diantar membeli obat ke apotik dan kemudian diantarkan ke stasiun Probolinggo, untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Bali.
Dihadapan polisi, Zakarov mengaku kehabisan uang saku, dan mengalami sakit perut, sehingga harus bermalam di area pemakaman desa setempat dengan mendirikan tenda.
Dirinya terpaksa di pemakaman ini karena tidak tahu arah, setelah travel yang ditumpanginya menurunkananya karena Zakarov tidak memiliki ongkos.
“Menurut pengakuanya dirinya berada di area makam ini sudah dua hari, dan kemudian didatangi warga karena dikira hendak menculik anak,” ujar Kapolsek Wonomerto, AKP Sugianto.
Kapolsek menghimbau kepada masyarakat luas agar selalu berhati-hati dalam bertindak, terlebih terkait isu penculikan anak.
“Isu penculikan anak ini tidak benar, dan itu berita bohong. Bila ada apa-apa atau orang tidak dikenal hendaknya selalu berkoordinasi dengan polisi atau aparat lainya dan jangan langsung maih hakim sendiri,” tutupnya. (wil/tin).

















