Laporan : Moch Wildanov
Probolinggo, Kabarpas.com – Liburan Maulid Nabi Muhamad SAW, kawasan Wisata Bukit Teletubis di kawasan Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo di padati pengunjung. Pengunjung dari berbagai daerah terpesona dengan keindahan alam bukit yang seperti di film anak anak ini, setelah beberapa bulan lalu sepi karena rusak pasca terjadinya kebakaran di kawasan ini.
Rata – rata ratusan wisatawan dari berbagai daerah ingin berlama – lama menikmati keindahan alam bukit yang seperti di film anak – anak diera 90-an ini, dan sesekali diabadikanya dengan foto buat kenang-kenangan.
Layaknya pemeran di film Teletubis seperti Lala, Po, Tingky Wingky, dan Dipsy, para wisatawan seakan akan pikiranya dibawa ke alam film tersebut.
Dinamakan bukit Teletubis, karena bukit yang berada di sisi kiri Gunung Bromo ini bentuk dan panorama alamnya mirip seperti di film boneka gendut lucu itu.
Biasanya tamu di Gunung Bromo, setelah menikmati matahari terbit, mereka kemudian meminta di antar ke kawasan bukit teletubis dengan mengendarai Jeep.
Wanti, salah satu pengunjung asal Jombang kepada kabarpas mengaku kagum dan takjub saat ia sudah berada di bukit Teletubis tersebut.
“Susah diungkapkan dengan kata kata, pokonya mantab dan perasaan jadi haru dengan keindahanya,” katanya dengan tersenyum manja.
Mungkin kalau hujan sudah sering dan rerumputan tumbuh sempurna. “Bukit teletubis ini persis seperti di film anak-anak yang judulnya sama dengan bukit ini,” tambahnya.
Meski demikian, Wanti mengatakan hendaknya pengelola wisata dan tamu di sini sama-sama menjaga, agar kebakaran yang hampir di musim kemarau tidak sampai terjadi.
“Karena akibat kebakaran ini wisatawan mengaku kecewa, sebab tidak bisa menikmati indahnya teletubis yang mempesona,” ungkapnya.
Ramainya pengunjung ini juga dirasakan oleh Umam Masduqi, Selaku pelaku pemilk jasa sewa Jeep di Wisata Gunung Bromo.
”Di saat liburan Maulid Nabi ini, pengujung ramai sekali, rata – rata mereka meminta ke Kawasan teletubis, karena indah,” ujarnya.
Sebelumnya pengunjung membatalkan ke teletubis karena gersang, pasca kebakara beberapa bulan lalu. (***/Titin Sukmawati).

















