Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Headline News · 21 Jan 2019

Ciptakan Beras Analog, Siswi SMA Unggulan Hafshawaty Genggong Raih Berbagai Prestasi Internasional


Ciptakan Beras Analog, Siswi SMA Unggulan Hafshawaty Genggong Raih Berbagai Prestasi Internasional Perbesar

Tiga siswi Sekolah Menengah Atas Unggulan (SMAU) Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo berhasil menciptakan beras analog. Bahkan, hasil karya mereka ini telah membuat mereka menorehkan prestasi di kancah internasional.

Seperti apa perjuangan mereka hingga berhasil meraih emas dalam ajang Excellence Award dan karya tulis terbaik se -Asia. Berikut liputannya.

_________________________________________

Laporan : Moch Wildanov, Wartawan Kabarpas.com Biro Probolinggo.

_________________________________________

 

KABARPAS.COM – DALAM event bertajuk “The Second Phatthalung International” yang digelar di negara Thailand beberapa waktu lalu. Membuat tiga siswi Sekolah Menengah Atas Unggulan (SMAU) Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional.

Ketiga siswi berprestasi tersebut adalah Chahyaning Aisyah kelas X IPA 1, Khomsiysh kelas X1 IPA 2, dan Nanik Nor Laila Kelas X1 IPA.

Di ajang bergengsi tingkat internasional itu, mereka berhasil menyisihkan 26 tim dari 4 negara seperti Malaysia, Indonesia, Vietnam dan Thailand.

Bahkan sebelumnya, dua tim dari sekolah yang berbasis pesantren ini juga mampu meraih juara 3 di ajang “Kuala Lumpur Engineering Science Fair (KLESF) di Malaysia yang diikuti 400 tim dari 5 negara (Hongkong, Thailand, Singapore, Philipina, dan Indonesia) November 2018 lalu.

Tak ayal, prestasi anak asuhnya mendapat apresiasi dari Pengasuh Ponpes zainul Hasan Genggong, KH Mutawakkil Alallah.

“Ini merupakan prestasi yang tidak disangka karena dengan alat yang sederhana bisa mengalahkan negara lain yang sarananya lebih canggih.
Ponpes yang yang selama ini dikenal kumuh dengan songkok miring , mampu menoreh prestasi dan mengharumkan nama bangsa Indonesia,” ujar KH Mutawakkil Alallah kepada Kabarpas.com.

Sementara itu, Ustadzah Yenny Rahma, pembina tim SMAU mengaku, sangat terharu atas prestasi gemilang yang dicapai anak didiknya. Bahkan dirinya tidak menyangka sebelumnya akan dinobatkan menjadi yang terbaik di ajang internasional ini.

“Campur aduk, gak nyangka, gak henti-hentinya bersyukur pada Allah,” akunya via sambungan seluler.

Ustadzah Yenny bercerita, saat tersisa 5 terbaik di depan pentas dan hanya menyisakan tim Indonesia dan Thailand, ada seorang ibu dari tim Indonesia lainnya, tiba-tiba maju dan memberikan bendera merah putih pada anak didiknya.

“Ini bendera, kalian sudah membawa nama Indonesia, ayo pakai,” ungkap ustadzah Yenny menirukan seorang ibu pemberi bendera merah putih.

Tanpa disangka-sangka ternyata tim asal Indonesia, yang tersisa SMAU dinobatkan sebagai The Winner Award (excellent Award) pada ajang ini. Dan akhirnya tim SMAU bisa berfoto bersama bendera kebanggaan.

“Sebelumnya tidak pasang target juara, yang terpenting memberikan yang terbaik untuk sekolah,” ungkapnya. (***/Titin Sukmawati).

Artikel ini telah dibaca 236 kali

Baca Lainnya

PBNU – Kemenkes Sepakat Perkuat Kerjasama Sukseskan Program Pemerintah Bidang Kesehatan Masyarakat

22 Juli 2026 - 16:14

Ketua DPRD Jember Jadi Pengisi Bunga Desaku, Warga Mayang Sampaikan Beragam Aspirasi

22 Juli 2026 - 15:11

Jember Siapkan Homecare, Warga Bisa Daftar Lewat Wadul Gus’e dan Hotline Puskesmas

22 Juli 2026 - 14:24

Inkubator Agribisnis UKRI Hadir di Jember, Dorong Hilirisasi Jagung dan Lahirkan Agropreneur Muda

22 Juli 2026 - 14:21

Bunga PNM Mekar Bakal Turun Jadi 8 Persen, Festival UMKM di Jember Soroti Penguatan Permodalan Pelaku Usaha

21 Juli 2026 - 17:05

Kementerian UMKM Pilih Jember Gelar Festival Nasional, Seribu Pelaku Usaha Didorong Naik Kelas

21 Juli 2026 - 17:02

Trending di KABAR NUSANTARA