Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo ยท 8 Feb 2019

Cegah DBD, Dinkes Probolinggo Himbau ASN Terapkan PSN 3M Plus


Cegah DBD, Dinkes Probolinggo Himbau ASN Terapkan PSN 3M Plus Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Memasuki musim penghujan, masyarakat di Kabupaten Probolinggo harus waspada terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini dikarenakan kasus DBD ini cenderung mengalami peningkatan. Hingga Kamis (7/2/2019) sore, sudah terjadi 101 kasus DBD dengan 1 (satu) orang meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto saat memimpin apel pagi ASN di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo di Kota Kraksaan, Jum’at (8/2/2019) pagi.

“Saat ini perkembangan DBD sudah mengalami kecenderungan terus meningkat. Masyarakat harus selalu waspada akan ancaman DBD,” katanya di hadapan ratusan ASN Pemkab Probolinggo.

Lebih lanjut Anang mengimbau masyarakat, terutama pada ASN agar berhati-hati karena nyamuk Aedes Aegypti biasa menggigit pada pagi hari pukul 08.00-10.00 dan sore pukul 15.00-17.00. Perkembangan nyamuk Aedes Aegypti semakin meningkat karena faktor cuaca.

“Faktor perubahan cuaca yang saat ini sedang terjadi membuat perkembangan nyamuk Aedes Aegypti mengalami peningkatan. Terlebih meningkatnya kasus DBD ini dikarenakan siklus cuaca 3 (tiga) tahunan yang sedang terjadi,” jelasnya.

Menyikapi meningkatnya kasus DBD di Kabupaten Probolinggo, Anang menghimbau masyarakat, khususnya para ASN untuk menerapkan dan menggalakkan program PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di dalam dan di luar rumah dengan cara 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) Plus.

“Kegiatan 3M dilakukan dengan menguras dan menyikat bak mandi secara rutin supaya tidak ada jentik nyamuk, menutup rapat penampungan air serta mengubur barang-barang yang sudah tidak terpakai. Sementara kegiatan Plus meliputi memakai obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, penggunaan larvasida, menggunakan kelambu, memakai baju lengan panjang dan celana panjang, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidak menggantung pakaian di luar lemari serta menjaga ruangan tidak gelap dan lembab,” tegasnya.

Menurut Anang, DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Gejalanya suhu badan sangat tinggi dan tidak turun meskipun sudah minum obat. Kemudian tiba-tiba turun pada hari keempat. Disertai sakit kepala, mual/muntah, bintik-bintik merah di kulit dan mimisan.

“Jika ada tanda-tanda ini segera periksa ke pusat layanana kesehatan terdekat. Jangan sepelekan kesehatan dan tidak ada salahnya untuk periksa. Karena gejala DBD ini sulit diduga. Terlebih jika badan panas tiba-tiba tanpa ada sebab yang jelas. Marilah bersama-sama gencarkan PSN 3M Plus di lingkungan masing-masing untuk mencegah DBD,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 99 kali

Baca Lainnya

PC LKNU Kraksaan Gelar Khitanan Massal Gratis, 44 Anak Berhasil Dikhitan

23 Juni 2026 - 07:57

KKG Multigrade Wonomerto-Sumberasih Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

19 Juni 2026 - 17:34

BPPKAD Kabupaten Probolinggo Gelar Pembinaan Penatausahaan Keuangan Bagi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah 2026

18 Juni 2026 - 20:43

Terlilit Ekonomi, Oknum P3K Nekat Curi Traktor

16 Juni 2026 - 09:13

DKUPP Kabupaten Probolinggo Perkuat Pembinaan KDKMP, Siapkan Kabupaten Probolinggo Tuan Rumah Harkop Jatim

15 Juni 2026 - 14:07

Jembatan Kaca Bromo Siap Beroperasi, Target Buka Saat Libur Sekolah

13 Juni 2026 - 08:48

Trending di Kabar Probolinggo