Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Amanah yang diemban oleh seorang pemimpin akan dipertanggungjawabkan pada saatnya di akhirat. Sehingga bagi yang merasa mengemban amanah dan digaji oleh rakyat, Rajabiyah ini bisa dijadikan sebagai sarana introspeksi apa yang menjadi kekurangan sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan yang juga anggota Komisi VIII DPR RI, Hasan Aminuddin dalam kegiatan Safari Rajabiyah Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, kabupaten setempat.
“Jadikanlah momentum Rajabiyah ini sebagai momentum untuk introspeksi diri bagi semua pemimpin sehingga nantinya bisa lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Menurut Hasan Aminuddin, dakwah yang dilakukan saat ini banyak dilakukan melalui alat komunikasi handphone. Mayoritas masyarakat saat ini memegang handphone yang android. Dimana di dalamnya banyak isi yang dapat digunakan oleh masyarakat dan mampu mempengaruhi generasi muda.
“Sebagai orang tua harus mampu memfilter apa yang masuk di alat komunikasi para generasi muda khawatir yang banyak di alat komunikasi ini tidak bermanfaat bagi anak dan lingkungan anak yang akan menjadi seorang pemimpin masa depan,” jelasnya.
Hasan menegaskan ancaman seorang pemimpin tidak berhasil karena rakyat saat ini jauh lebih pintar dari pemimpinnya. Dahulu itu rakyat tidak cerdas tetapi tahu akhlak. Rakyat mempunyai seorang pemimpin yang mengamalkan Al-Qur’an dan Al-Hadits.
“Hari ini antara pemimpin dan yg dipimpin sulit mau bertemunya. Rakyat yang dipimpin kadang lebih cerdas dari pemimpinnya. Sehingga pemimpinnya bingung bagaimana menjadi pemimpin yang lulus. Solusinya, marilah saling muhasabah Rajabiyah agar tahu posisinya. Setelah tahu posisi, pahami Al-Qur’an dan Al-Hadits sehingga menjadi pengamalan kita bersama,” pungkasnya.
Safari Rajabiyah yang diikuti oleh ribuan masyarakat dari berbagai elemen ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkab Probolinggo, Camat Sumberasih Ugas Irwanto dan jajaran Forkopimka Sumberasih, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sumberasih. Sebagai penceramah hadir KH. Malik Sanusi dari Bondowoso. (mel/nis).

















