Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 6 Jun 2019

Tradisi Pakem, Hidangan Daging Sapi Saat Lebaran Idul Fitri


Tradisi Pakem, Hidangan Daging Sapi Saat Lebaran Idul Fitri Perbesar

Reporter : Jujun

Editor : Diaz Octa

 

Kabarpas.com – Menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, memiliki serangkaian tradisi. Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Wahyudi, Kepala Desa Pakem, saat ditemui di rumahnya dalam moment silaturrahmi, Kamis (06/06/2019).

Pada malam 27 Ramadhan masyarakat menggelar selamatan surabi. Setiap rumah membuat sebanyak 7 surabi. Masyarakat berkumpul saling memaafkan meskipun belum hari raya, kemudian bersama-sama makan surabi.

Sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri masyarakat mengadakan tradisi sembelih sapi. Dilakukan dengan mengumpulkan iuran yang dihimpun hingga 30 orang per sapi.

Tradisi tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyang, karena hari raya identik dengan ketupat dan makan-makan.

Memilih sapi dan tidak kambing karena jika Idul Fitri menyembelih kambing itu dilarang karena nahas (sial).

“Disaat hari kemenangan wajar kita berpesta, salah satunya dengan makan-makan. Melepaskan bulan Ramadhan dengan hati ikhlas dan saling memaafkan,” ungkap Wahyudi.

Adanya tradisi sembelih sapi juga dimaksudkan agar setiap rumah bisa memasak menu daging sapi untuk hidangan para tamu yang bersilaturrahmi.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa seluruh tamu baik keluarga maupun tetangga, dipersilahkan untuk makan makanan yang sudah disediakan, seperti nasi dengan lauk daging sapi dan lainnya.

“Setiap orang yang hadir harus makan, karena sudah menjadi tradisi. Maka dari itu diadakan sembelih sapi. Masyarakat tetap antusias menjalankan tradisi tersebut,” jelas Wahyudi.

“Setiap dusun terdapat 2 atau 3 kelompok yang menyembelih sapi. Di Desa Pakem sendiri terdapat 7 dusun,” imbuhnya. (Jun/Diz)

Artikel ini telah dibaca 75 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA