Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Guna membangkitkan semangat kebangsaan di tengah-tengah kalangan masyarakat. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) memberikan sosialisasi pembauran kebangsaan.
Kegiatan yang digelar di Hotel Sukapura Permai Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 80 orang yang merupakan tokoh masyarakat adat dan etnis dari unsur masyarakat Tengger, Jawa, Madura dan Arab yang ada di wilayah Kecamatan Sukapura.
Hadir sebagai narasumber dalam acara ini, yaitu Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Probolinggo KH. Idrus Ali.
Menurut Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Integrasi Bangsa Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Hariyanto, kegiatan ini dimaksudkan menyegarkan kembali pemahaman masyarakat Indonesia secara luas tentang wawasan nusantara di tengah suasana perubahan sosial yang mendasar.
“Tujuannya adalah untuk membangkitkan rasa dan semangat kebangsaan di kalangan masyarakat bangsa Indonesia demi mendorong terwujudnya kehidupan yang harmonis dengan menciptakan suasana keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” katanya.
Hariyanto menambahkan, wawasan kebangsaan dari aspek sosial dan budaya dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa pembinaan moral dan akhlak serta kerukunan hidup umat beragama merupakan syarat utama dalam mengatasi permasalahan bangsa yang sedemikian rupa dan kompleks.
“Setidaknya wawasan kebangsaan ini mampu memberikan arti penting peran moral dan akhlak dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI,” jelasnya.
Sementara Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyampaikan pemeliharaan kerukunan umat beragama merupakan upaya bersama umat beragama dan pemerintah di bidang pelayanan, pengaturan dan pemberdayaan umat beragama.
“Indikator toleransi itu dapat dilakukan dengan saling menerima keberadaan umat beragama lain, mengerti kebutuhan beragama lain, percaya dan tidak saling mencurigai antar sesama umat, ada kemauan untuk tumbuh dan berkembang bersama, rela berkorban untuk kebaikan bersama serta mengedepankan nilai-nilai ajaran universal agama (kejujuran, kedamaian, menghormati, taat pada pimpinan/pemerintah,” ungkapnya. (mel/nis).

















