Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 13 Jul 2019

Harga Cabe Melejit, Pemilik Warung Makanan Menjerit


Harga Cabe Melejit, Pemilik Warung Makanan Menjerit Perbesar

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Naiknya harga cabe rawit berkali-kali lipat di Kota Probolinggo berdampak pada  pelaku usaha makanan di kota ini mengeluh. Pasalnya, harga cabe yang sebelumnya hanya Rp 15 ribu perkilogramnya. Kini melonjak hingga mencapai Rp 60 ribu perkilogramnya.

Kenaikan harga cabe rawit di sejumlah pasar tradisional di kota ini, dirasakan sejak sebulan terakhir secara bertahap.

Akibat naiknya harga benda kecil yang merupakan syarat pokok dalam masakan ini, berdampak  pada sejumlah pemilik warung makanan mengeluh.

Karena harga cabe yang melambung tinggi, membuat para pedagang makanan harus mengeluarkan dana lebih untuk membeli cabe.

“Sekarang naik hampir 3 kali lipat, itupun cabenya terasa kurang pedas dan kualitasnya tidak baik campur dengan warna yang hijau,” ujar Mince pemilik warung lalapan kepada Kabarpas.com.

“Sehingga biasanya dengan uang Rp 30 ribu saya dapat cabe 2 kilogram. Kini harus mengeluarkan biaya Rp 120 ribu. Dan karena rasanya tidak pedas terkadang terpaksa harus membelinya lagi setengah atau 1 Kg,” tambahnya.

Dengan rata-rata jumlah pembeli yang tidak ada peningkatan. Namun, harus menambah modal untuk membeli cabe, berdampak pada hasil pendapatanya yang turun hingga 30 persen.

“Saya dilema, mau saya naikkan harga perporsinya, tapi pelanggan saya keberatan. Dan mau saya kurangi sambelnya, pembeli juga memprotes dan saya takut pelanggan saya lari, karena warung ini terkenal dengan cita rasa sambelnya,” terang Mince.

“Sedangkan hendak saya pertahankan harga perposi lalapan di warung saya tetap Rp 10 ribu, saya yang soyo (Kerjabakti,red),” tambahnya.

Untuk itu, ia berharap agar ada perhatian dari instansi terkait untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena bila kondisi ini terus terjadi akan berdampak tidak baik pada usaha yang dilakoninya tersebut.

“Dan biasanya kenaikan ini, berdampak pada harga kebutuhan pokok lainya, karena sebentar lagi hari raya Idul Adha,” tutupnya. (wil/gus).

Artikel ini telah dibaca 76 kali

Baca Lainnya

KKG Multigrade Wonomerto-Sumberasih Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

19 Juni 2026 - 17:34

BPPKAD Kabupaten Probolinggo Gelar Pembinaan Penatausahaan Keuangan Bagi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah 2026

18 Juni 2026 - 20:43

Terlilit Ekonomi, Oknum P3K Nekat Curi Traktor

16 Juni 2026 - 09:13

DKUPP Kabupaten Probolinggo Perkuat Pembinaan KDKMP, Siapkan Kabupaten Probolinggo Tuan Rumah Harkop Jatim

15 Juni 2026 - 14:07

Jembatan Kaca Bromo Siap Beroperasi, Target Buka Saat Libur Sekolah

13 Juni 2026 - 08:48

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Kawal Verval Usulan Bantuan Hibah PP PAUD hingga Tuntas

11 Juni 2026 - 15:20

Trending di Kabar Probolinggo