Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 10 Okt 2019

Optimalkan Pengelolaan Sumberdaya Lahan Pertanian, Pemkab Probolinggo Akan Analisa Uji Tanah


Optimalkan Pengelolaan Sumberdaya Lahan Pertanian, Pemkab Probolinggo Akan Analisa Uji Tanah Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Dalam waktu dekat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Balai Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) Malang akan melakukan analisa uji tanah pada 10 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Yakni, Kecamatan Sukapura, Dringu, Banyuanyar, Pajarakan, Wonomerto, Gading, Krejengan, Paiton, Besuk dan Krucil.

Sebelum pelaksanaan analisa uji tanah, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi analisa tanah di Kecamatan Krejengan untuk wilayah timur dan Kecamatan Dringu untuk wilayah barat Kabupaten Probolinggo.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Bambang Suprayitno mengatakan analisa uji tanah ini dilakukan dengan tujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya lahan pertanian (tanah dan air) di Kabupaten Probolinggo.

“Serta, sebagai bahan rekomendasi bagi petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo, petugas lapangan dan petani yang ada di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurut Bambang, dengan analisa uji tanah ini maka nantinya akan tahu porsi kandungan unsur hara mikro dan makro dalam tanah. Hal ini tentunya berkaitan dengan pemupukan yang akan dilakukan petani. Dengan demikian, pemupukan yang dilakukan tidak berlebihan.

“Dari sana kita akan memetakan lahan pertanian di Kabupaten Probolinggo, baik teknis maupun non teknis. Apakah benar lokasi itu masih berfungsi sebagai lahan pertanian atau sudah beralih fungsi,” jelasnya.

Bambang menerangkan melalui analisa uji tanah pihaknya akan mengetahui produktivitas tanaman. Jika produktivitasnya masih belum maksimal, bisakah nanti ditingkatkan dan lain sebagainya.

“Dari produktivitas padi dan jagung misalnya ada yang rendah, bisa diketahui apa yang menyebabkan rendah. Dengan demikian nanti akan ada pendampingan dari BPTP Malang terhadap lahan yang produktivitasnya masih rendah,” terangnya.

Lebih lanjut Bambang menegaskan bahwa hasil dari analisa uji tanah ini berisikan peta arahan komoditas pertanian, peta jenis sawah, peta pola tanam, peta status hara NPK serta peta rekomendasi pengelolaan lahan.

“Semua itu nantinya akan terlihat pada Avenza Maps, apakah benar lahan itu masih produktif sebagai lahan pertanian atau sudah beralih fungsi dan lain sebagainya. Dari hasil analisa uji tanah yang diberikan oleh BPTP Malang, nantinya akan dicek langsung oleh PPL untuk mengetahui produktivitas tanah,” tegasnya.

Bambang menambahkan targetnya pada awal Desember 2019 hasil dari analisa uji tanah ini sudah bisa diterima. Hasilnya nanti bisa menjadi acuan untuk menyusun kebijakan baik mengenai penggunaan pupuk maupun teknologi. “Dengan adanya analisa uji tanah ini diharapkan produksi atau produktivitas yang ada bisa meningkat,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

KKG Multigrade Wonomerto-Sumberasih Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

19 Juni 2026 - 17:34

BPPKAD Kabupaten Probolinggo Gelar Pembinaan Penatausahaan Keuangan Bagi Pejabat Pengelola Keuangan Daerah 2026

18 Juni 2026 - 20:43

Terlilit Ekonomi, Oknum P3K Nekat Curi Traktor

16 Juni 2026 - 09:13

DKUPP Kabupaten Probolinggo Perkuat Pembinaan KDKMP, Siapkan Kabupaten Probolinggo Tuan Rumah Harkop Jatim

15 Juni 2026 - 14:07

Jembatan Kaca Bromo Siap Beroperasi, Target Buka Saat Libur Sekolah

13 Juni 2026 - 08:48

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Kawal Verval Usulan Bantuan Hibah PP PAUD hingga Tuntas

11 Juni 2026 - 15:20

Trending di Kabar Probolinggo