Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Santer kabar telur diduga terpapar dioksin, membuat pedagang telur di berbagai pasar tradisional di Kota Probolinggo menjadi cemas, Jumat (22/11/2019).
Para pedagang khwatir bila fenomena ini terus berkelanjutan dan santer dibicarakan, maka akan berdampak pada lesunya pembeli telur di kota ini.
Kepada wartawan kabarpas.com, Suswanti, salah satu pedagang telur di kawasan Pasar Ketapang menuturkan, saat ini pembeli telur sedang turun. Ia mengaku kurang paham permasalahanya apa.
“Memang sempat saya denger berita tentang telur di beberapa media, tentang telur yang terpapar dioksin,” katanya kepada Kabarpas.com.
Hal senada juga dikemukakan oleh Gunawan, salah satu pedagang telur di kawasan pasar baru, Kota Probolinggo.
“Untuk saat ini, minat pembeli telur turun, kalau diprosentase sekitar 50 persen, tidak hanya telur saja, tetapi pembeli kebutuhan pokok lainya juga sepi,” ujar Gunawan kepada Kabarpas.com.
“Kurang paham permasalahanya apa, bisa saja perekonomian lagi lesu atau karena ada berita maraknya telur terpapar dioksin bisa juga karena harga telur akhir-akhir ini naik,” tambahnya.
Ia berharap agar pemerintah bisa menangani permasalahan ini, paling tidak turun langsung ke lapangan melhat fenomena ini. “Kami rakyat kecil yang jadi dampaknya bila antusias pembeli turun,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP ) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi, ketika dikonfirmasi terpisah menegaskan, DKUPP secepatnya akan berkoordinasi dengan Dinkes untuk mengambil sampel telur di berbagai pasar tradisional di wilayah Kota Probolinggo.
“Kami akan uji Labkan sampel telur yang nanti diambil acak di pasar. Dan secepatnya dari hasil tersebut akan kami sosialisasikan ke masyarakat luas, agar tidak terjadi kekhawatiran berkepanjangan,” pungkas Gatot. (wil/gus).

















