Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Berbagai macam cara dilakukan warga untuk melihat momen gerhana matahari cincin, salah satunya adalah pengunjung dan warga yang berada di area museum Probolinggo, Jalan Soeroyo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, yang menggunakan cermin dalam air untuk melihat momen langka ini, Kamis (26/12/2019).
Dengan menggunakan alat seadanya, timba berisikan air dan cermin, mereka terlihat antusias ingin melihat momen langka yang datangnya satu dekade ini.
Mereka terpaksa menggunakan air sebagai media melihat gerhana matahari cincin ini karena kalau melihat langsung dengan mata telanjang, bisa sakit dan takut buta.
Selain dengan menggunakan media pantulan air, mereka juga ada yang menggunakan kacamata untuk melihat gerhana matahari cincin ini.
Siti Aminatuszahro, warga asal Lumajang menuturkan, kalau dirinya kebetulan main ke wisata Museum Probolinggo dan ingat kalau saat ini ada gerhana matahari cincin.
“Kebetulan di dekat kantin museum ada orang yang melihat gerhana matahari cincin juga dengan menggunakan timba berisikan air. Jadi saya ikut melihatnya, dan ternyata gerhananya kelihatan, saya mencoba melihat langsung mata perih dan takut buta,” ujar Ina (sapaan akrab Siti Aminaruzahro).
Gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris dan pada saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari, akibatnya, saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya, wilayah yang terlewati jalur cincin pada gmc 26 Desember 2019 adalah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Srilangka, Samudra India, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Samudera Pasifik. (wil/gus).

















