Reporter: Moch Wildanov
Editor: Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Heboh virus korona yang terjadi di negara China, memaksa keluarga asal Probolinggo yang putrinya kuliah di negara Tirai bambu ini cemas. Senin, (27/01/2020).
Salah satunya adalah pasutri Nasriudin Herli – Megawati, yang beralamatkan di Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, yang merasa cemas terkait maraknya wabah virus korona ini.
Kepada wartawan kabarpa.com biro Probolinggo, Nasriudin Herli menuturkan, putri keduanya yang bernama Lailatul Qomariah Saadah (20) saat ini bedara di Fuzhou, China.
“Sudah dua tahun anak saya di sana, kuliah jurusan bisnis, mendengar berita tentang maraknya wabah korona ini, saya cemas dan resah, khawatir akan tertular,” ujarnya kepada Kabarpas.com.
Meski saat komunikasi melalui ponsel Lalilatul memastikan kalau kondisinya kini sehat-sehat saja, dan jarak antara Wuhan dan Fuzhou lumayan jauh. Namun, pria beranak 4 ini masih saja cemas.
“Virus ini banyak memakan korban, dan cerita dari putri saya, tanggal 31 Januari 2020 nanti, pemerintah Cihna akan menutup aktivitas penerbangan di China, sehingga saya akan mencari dana agar sebelum tanggal tersebut putri saya bisa pulang ke Indonesia, dan alhamdulillah dana tersebut sudah ada. Sehingga dalam waktu dekat rencananya putri saya sudah bisa pulang,” tutupnya. (wil/gus).

















