Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 28 Mar 2020

Dua Pasien Dalam Pengawasan di Probolinggo Negatif Corona


Dua Pasien Dalam Pengawasan di Probolinggo Negatif Corona Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Perkembangan terkini kasus Corona Virus Disease (COVID-19 di Kabupaten Probolinggo hingga Sabtu (28/3/2020), untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 103 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 4 orang dengan keterangan 1 orang masih dalam perawatan, 2 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto. Menurutnya, PDP balita usia 3 tahun asal Desa Sukapura Kecamatan Sukapura masih menunggu hasil swapnya. Tetapi karena kondisinya sehat dan kapasitas Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang penuh, maka yang bersangkutan dipulangkan dan dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Sementara PDP balita usia 3,5 tahun asal Desa Watuwungkuk Kecamatan Dringu dari 2 kali swap hasilnya negatif dan sudah dipulangkan. Yang bersangkutan ternyata sakit infeksi saluran pernafasan. Sama dengan PDP asal Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan yang sudah dipulangkan karena hasil swapnya sudah negatif. Pasien ini bukan sakit dugaan COVID-19, tetapi sakit biasa,” katanya.

Menurut Anang, dari 3 PDP yang ada di Kabupaten Probolinggo, maka 2 PDP sudah dinyatakan negatif dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Tetapi tetap akan dilakukan pengawasan dari pihak puskesmas. “Dengan demikian tinggal 1 PDP asal Desa Sukapura Kecamatan Sukapura yang masih dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan sambil menunggu hasil swapnya,” jelasnya.

Anang menerangkan walaupun hasil swap PDP dari Kecamatan Dringu dan Kraksaan negatif, tetapi datanya tetap muncul dan tidak berubah. Hal ini dikarenakan secara prosedur untuk pelaporan atau tampilan data, memang harus dimunculkan tapi dengan keterangan apa sembuh, berapa sembuh dan berapa positif.

“Seperti di Jakarta sama misalnya sampai 500-an, padahal ada yang sembuh harusnya dikurangi tetapi yang muncul tetap 500-an. Nanti di total angka kesakitan tidak dihapus. Protokol surveilansnya memang seperti itu,” pungkasnya. (mel/nis).

 

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Perkuat Peran Sosial Pemuda

27 September 2026 - 21:16

Tembakau Paiton VO Probolinggo Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

19 September 2026 - 22:55

Penilik Sukapura-INOVASI Gelar Workshop Pengembangan Literasi bagi Guru PAUD

18 September 2026 - 11:40

Diperta Kabupaten Probolinggo Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4

15 September 2026 - 10:39

KREASI Kalbar Kunjungi SDN Sukapura 3, Pelajari Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap

13 September 2026 - 23:13

Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

12 September 2026 - 14:50

Trending di Kabar Probolinggo