Probolinggo, Kabarpas.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo bersama program CSR PT. Paiton Energy terus memperluas edukasi kesehatan kepada generasi muda. Kali ini, PMI memberikan pemahaman kepada 40 pelajar SMA Negeri 1 Dringu mengenai pencegahan Tuberkulosis (TBC), leptospirosis dan HIV/AIDS.
Kegiatan sosialisasi kesehatan tersebut menghadirkan Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Dringu dan Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu sebagai narasumber. Para siswa mendapatkan pengetahuan mengenai penyakit menular, faktor risiko serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Organisasi, Informasi dan Komunikasi, Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Sosial dan Pelayanan Darah UDD PMI Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji serta Bendahara PMI Kabupaten Probolinggo Tanto Walono.
Kepala Bidang Organisasi, Informasi dan Pendidikan dan Pelatihan PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono mengatakan edukasi kesehatan kepada pelajar merupakan bagian dari upaya PMI meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
“Pelajar perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai berbagai penyakit menular agar dapat melakukan langkah pencegahan sekaligus menyebarkan informasi yang benar kepada orang-orang di sekitarnya,” katanya.
Soedjono menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi kesehatan. PMI juga ingin mengenalkan nilai-nilai kemanusiaan kepada generasi muda melalui keterlibatan Tim SIBAT dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. “PMI butuh relawan seperti anak-anak sekarang ini. Mulai dari sini anak-anak bisa menggali ilmu dari teman-teman Tim SIBAT,” jelasnya.
Ia menilai pengetahuan mengenai kesehatan perlu dibangun sejak usia sekolah. Kebiasaan menjaga pola hidup sehat diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar. “Masalah penyakit itu banyak yang menjadi penyebabnya, termasuk makanan, minuman dan hal-hal lainnya. Karena itu, kita harus membiasakan diri untuk berperilaku sehat,” terangnya.
Selain materi mengenai penyakit menular, Soedjono juga mengenalkan kegiatan donor darah kepada para pelajar. “Donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian kemanusiaan yang dapat dilakukan oleh masyarakat yang telah memenuhi persyaratan,” lanjutnya.
Menurut Soedjono, donor darah tidak hanya bertujuan membantu orang lain yang membutuhkan darah, tetapi juga menjadi bagian dari pemeriksaan terhadap darah yang disumbangkan sesuai prosedur pelayanan PMI.
“Orang yang donor itu banyak manfaatnya. Pertama, kita bisa menolong orang lain. Kemudian kita juga bisa mengetahui golongan darah dan apabila ada sesuatu dalam pemeriksaan, akan diberitahukan secara pribadi oleh tim PMI,” tegasnya.
Soedjono berharap para pelajar dapat menjadi penyambung informasi setelah mengikuti kegiatan tersebut. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah diharapkan tidak berhenti pada masing-masing siswa, tetapi juga dibagikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. “Saya berharap anak-anak sekalian tidak saja menerima untuk diri sendiri, tetapi juga bisa menyampaikan pengetahuan ini kepada keluarga dan lingkungan,” tuturnya.
Lebih lanjut Soedjono menerangkan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kepalangmerahan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan gerakan kemanusiaan. “Pelajar dapat menjadi bagian dari proses regenerasi relawan PMI sekaligus agen edukasi kesehatan di lingkungannya,” tambahnya.
Soedjono juga memberikan apresiasi kepada SMA Negeri 1 Dringu dan program CSR PT Paiton Energy yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara organisasi kemanusiaan, dunia usaha dan sekolah dinilai dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap kesadaran pelajar terhadap pencegahan penyakit menular semakin meningkat. Di sisi lain, semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama juga diharapkan tumbuh sejak bangku sekolah,” harapnya.
Edukasi tersebut menjadi salah satu langkah PMI Kabupaten Probolinggo dalam membangun generasi muda yang tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga memiliki kepedulian untuk berbagi pengetahuan dan berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan di tengah masyarakat. (len/ian).

















