Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 2 Okt 2020

Peringati Hari Batik Nasional, Puluhan Wanita Dilatih Membatik Pewarnaan Alami


Peringati Hari Batik Nasional, Puluhan Wanita Dilatih Membatik Pewarnaan Alami Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Puluhan wanita berusia 15 hingga 27 tahun di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan ketrampilan membatik khas Probolinggo dengan pewarnaan alami dalam program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dari LKP Media Edukasi Cemerlang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Pelatihan yang dipusatkan di Rumah Produksi Batik Tulis Ronggo Mukti Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan ini dilakukan selama 200 jam pelajaran dalam waktu 24 hari. Secara resmi, program PKW ini ditutup bersamaan dengan momentum peringatan Hari Batik Nasional tahun 2020, Jumat (2/10/2020).

Penutupan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Sulastri, Camat Kraksaan Ponirin, Lurah Sidomukti Alim Susilo serta Direktur LKP Media Edukasi Cemerlang Mahrus Ali.

Fokus dari pelatihan program PKW ini adalah pelatihan batik pewarna alami. Jadi mengambil pewarna-perwarna alami yang ada di sekitar Probolinggo. Materi yang diberikan secara umum diantaranya desain, menyanting, cara mewarnai, mencuci dan melorot dengan baik.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Sulastri mengatakan dengan adanya pelatihan membatik program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) khususnya di Kabupaten Probolinggo ini bisa melatih membatik pewarnaan alami bagi anak-anak atau yang tidak memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan yang masih belum mempunyai peluang untuk bekerja.

“Mereka direkrut untuk dibekali ilmunya berupa ketrampilan membatik dengan harapan mereka itu diajari untuk bisa mendesain batik khas Kabupaten Probolinggo yang nantinya mampu berwirausaha,” katanya.

Menurut Sulastri, dengan keterampilan yang mereka miliki setidaknya mereka juga bisa membuka usaha-usaha kecil yang akan membantu perekonomian dari yang bersangkutan. “Mudah-mudahan dengan dilatih selama 24 hari ini, anak-anak bisa mengembangkan potensinya melalui karya-karyanya untuk bisa menjadi pembatik yang professional,” harapnya.

Sementara Camat Kraksaan Ponirin mengharapkan para peserta pelatihan membatik pewarnaan alami ini bisa menggali potensinya dan bisa menjadi wirausaha-wirausaha baru dan wirausaha-wirausaha muda yang menjadi harapan semua, terutama masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Ketika nanti pada waktunya mereka sukses juga akan membantu Pemerintah Kabupaten Probolinggo terutama dalam mewujudkan peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Ponirin menegaskan bahwa kunci sukses dari pelatihan ini mereka harus belajar dan belajar terus dan menanamkan pada jiwanya itu bahwa nanti dialah yang pasti sukses dari yang lain. “Kalau itu ditanamkan pada dirinya masing-masing, maka tentunya mereka akan sukses dan berhasil semua menjadi seorang pembatik di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sedangkan Direktur LKP Media Edukasi Cemerlang Mahrus Ali menyampaikan pelatihan membatik program PKW ini diikuti oleh anak-anak produktif berusia 15 hingga 27 tahun. Kriterianya dilakukan melalui pengumuman dan seleksi yang diakhiri dengan wawancara. Sehingga peserta yang terjaring benar-benar yang memiliki potensi agar outputnya bisa maksimal.

“Tujuan dari program PKW ini adalah untuk melatih peserta membatik warna alami khas Probolinggo. Sekaligus nanti kita membimbing rintisan usaha. Jadi setelah penutupan ini tidak selesai sampai disini. Namun kita akan tetap mendampingi mereka sampai betul-betul bisa mandiri,” katanya.

Mahrus mengharapkan semoga adik-adik yang sudah dilatih ini bisa menjadi wirausahawan yang tangguh, sukses, jujur dan amanah sehingga bisa meningkatkan perekonomian dirinya, keluarga dan bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar. “Kalau ingin menjadi pembatik yang sukses, kuncinya mereka harus jujur, tangguh, tanggap dan selalu berusaha untuk belajar dan belajar lagi,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Tembakau Paiton VO Probolinggo Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

19 September 2026 - 22:55

Penilik Sukapura-INOVASI Gelar Workshop Pengembangan Literasi bagi Guru PAUD

18 September 2026 - 11:40

Diperta Kabupaten Probolinggo Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4

15 September 2026 - 10:39

KREASI Kalbar Kunjungi SDN Sukapura 3, Pelajari Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap

13 September 2026 - 23:13

Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

12 September 2026 - 14:50

Tiga Emas Disapu Bersih, FAJI Probolinggo Kuasai Slalom Kejurprov 2026

5 September 2026 - 17:01

Trending di Kabar Probolinggo