Reporter: Hari Sudarmoko
Editor: Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Pembelajaran sekolah di Kabupaten Pasuruan, masih dilakukan secara daring. Sebab, status penyebaran virus korona saat ini masih tinggi atau belum dalam batas aman. Namun, di sisi lain, bagi pembelajaran daring di dalam pondok pesantren dianggap masih belum efesien.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan, KH. Mujib Imron saat ditemui Kabarpas.com. Menurutnya, pembelajaran tatap muka hanya diperbolehkan untuk sekolah-sekolah berbasis pondok pesantren. Itu pun dilakukan dengan protokol kesehatan dan pemeriksaan yang ketat.
“Pesantren yang telah melaksanakan proses pembelajaran secara tatap muka. Itu karena seluruh santri, ustaz dan ustazah maupun tenaga pendidiknya sehat dan tidak terpapar Covid-19. Karena di dalam pondok pesantren pembelajaran tatap muka sangat diperlukan bagi santri dan santriwati, sebab di dalam pondok pesantren interaksi dengan luar sangat minim. Sehingga untuk pembelajaran di pondok pesantren bisa dilakukan hingga 50 persen,” terang Ketua PC LP Maarif NU Kabupaten Pasuruan tersebut.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim, KH Ahmad Wildan Khoiron mengatakan, pembelajaran melalui daring untuk pondok pesantren sangat tidak efektif untuk para santriwati yang ada di pondok pesantren.
“Pembelajaran tatap muka untuk pondok pesantren sangat diperlukan. Terutama aturan di pondok pesantren para santriwati tidak diperbolehkan untuk membawa handphone. Seperti dengan kondisi saat ini, krisis moral yang rentan bagi usia dini. Anak-anak perlu mendapatkan nutrisi tentang cara menghormati dan cara sopan santun yang lebih tua,” pungkasnya. (Dar/Tin).

















