Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 25 Feb 2021

Waspada! Covid Tak Kunjung Berakhir, Modus Penipuan Kian Marak


Waspada! Covid Tak Kunjung Berakhir, Modus Penipuan Kian Marak Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Masa pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai ini membuat banyak karyawan terpaksa dirumahkan bahkan ada juga yang di PHK. Tidak hanya itu, para pedagang pun harus mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan bahkan ada yang memilih menutup usahanya. Kondisi yang tidak stabil itu pun membuat banyak orang melakukan tindak penipuan dengan modus apa pun.

Baru-baru ini, pemilik toko bangunan di Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis.

Pelaku membuat karyawan di toko tersebut tidak sadarkan diri. Hingga berhasil membawa kabur alat listrik bangunan dan material listrik lainnya yang bernilai jutaan rupiah.

“Dia datang pura-pura mengambil pesanan mengatasnamakan Puskesmas Raci,” ungkap Nurul Aini, pemilik toko.

“Berharap agar tidak teledor lagi dan untuk teman-teman seprofesi saya agar lebih waspada,” tukasnya.

Pasalnya, pelaku tersebut juga pernah melakukan tindak kejahatan di daerah Beji, Pandaan, dan Rembang.

Modus penipuan lainnya juga pernah terjadi di sebuah toko alat-alat tulis. Seorang karyawan sempat menjelaskan bahwa seseorang yang mengaku sales brand permen yang cukup lama dikenal menawarkan beberapa macam permen dan coklat.

Kejadian tersebut terjadi saat awal-awal pandemi Covid-19. Seorang bapak-bapak menawarkan permen dengan iming-iming hadiah di dalam coklat tersebut.

“Dia langsung mengeluarkan beberapa toples dan mengajak bicara, tanya-tanya tentang kehidupan pribadi, juga mencoba membuat kami tertawa,” ungkap Warda, karyawan toko alat tulis tersebut.

“Saat itu, toko ramai dan oknum tersebut memanfaatkan situasi itu. Dia mentotal semua barang, mengambil uang yang kami berikan begitu saja, lalu pergi tergesa-gesa. Setelah beberapa menit kami menjumlahkan jajanan tersebut dan mengecek harga. Ternyata harganya lebih dari 100 persen dan tidak ada hadiah apa pun di dalam jajanan,” jelasnya.

Diharapkan kepada masyarakat untuk lebih waspada. Mengingat semakin banyak modus kejahatan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. (Jun/Diz)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Pasuruan Pastikan Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Progres Pembangunan Sudah 87 Persen

4 Juli 2026 - 14:39

Bunda Ani Firdaus Ajak Generasi Muda Jadi Penerus Pelestari Batik Kota Pasuruan

4 Juli 2026 - 14:24

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Trending di Berita Pasuruan