Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 4 Mar 2021

Cuaca Buruk, Harga Cabe Rawit Kian Melejit


Cuaca Buruk, Harga Cabe Rawit Kian Melejit Perbesar

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

Probolinggo, kabarpas.com – Harga cabe rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Probolinggo tembus seharga Rp 100 ribu hingga Rp 115 ribu perkilo gramnya. Seperti di pasar Wonoasih, Pasar Baru, dan Pasar Kronong, harga cabe bervariasi dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogramnya.

Salah satu pedagang cabe rawit di Pasar Baru, Geo menuturkan, sebelumnya harga cabe berkisar Rp 70 ribu, dan kini sudah mencapai R 110 ribu perkilogramnya.

“Naik Pak, sekarang harganya mencapai Rp 110 ribu perkilogramnya,” ujar Geo kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo. Kamis, (4/3/2021).

Naiknya harga cabe rawit ini, menurut Geo terjadi sejak musim hujan tiba dan juga akibat di beberapa daerah sering banjir. Banyak daerah banjir sehingga cabe langka sedangkan pembeli cabe tetap.

“Kira-kira sejak 6 harian harga cabe naik, karena cuaca buruk dan banjir di mana-mana, “ tambahnya.

Dampak naiknya harga cabe tambah Geo, berakibat pada omzet daganganya yang sebelumnya pembeli membutuhkan cabe 1 Kg kini hanya separuhnya saja. Hal yang sama juga diutarakan oleh Sumarti yang mengaku sejak harga cabe naik drastis, pembeli mengurangi jumlah pembelian cabe.

“Biasanya membeli 1 kilo kini separuhnya bahkan seperempat saja. Ini saya kulakan 20 kilo gram cabe, sampai siang ini masih sisa, sebelumnya saya kalau kulakan cabe 40 kilo gram selalu habis,“ terangnya.

Selain berdampak pada pedagang, naiknya harga cabe rawit ini juga dikeluhkan pembeli, naiknya cabe yang tak tekendali ini harus pintar-pintar mengeluarkan anggaran belanja untuk membeli cabe.

”Saya suka pedas, dan naiknya harga cabe ini berdampak bagi saya, apalagi kalau makan tanpa ada rasa pedes, kurang puas rasanya,“ ujar Mail salah satu pembeli cabe.

Mail menambahkan, setiap membeli cabe dirinya biasanya dengan harga Rp 20 ribu untuk keperluan masak di rumah, dengan harga segitu sudah cukup untuk memenuhi masakan di rumahnya, namun kini membeli cabe dengan harga yang sama kurang pedasnya, karena takaran cabenya sedikit.

“Sekarang kalau beli cabe Rp 20 ribu tiidak terasa dan kurang pedas, mungkin harga cabe lagi mahal. Sehingga takaranya berkurang jauh,” tutupnya. (wil/gus).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Tembakau Paiton VO Probolinggo Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

19 September 2026 - 22:55

Penilik Sukapura-INOVASI Gelar Workshop Pengembangan Literasi bagi Guru PAUD

18 September 2026 - 11:40

Diperta Kabupaten Probolinggo Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4

15 September 2026 - 10:39

KREASI Kalbar Kunjungi SDN Sukapura 3, Pelajari Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap

13 September 2026 - 23:13

Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

12 September 2026 - 14:50

Tiga Emas Disapu Bersih, FAJI Probolinggo Kuasai Slalom Kejurprov 2026

5 September 2026 - 17:01

Trending di Kabar Probolinggo