Pasuruan, Kabarpas.com – Senator Evi Zainal Abidin memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan untuk masyarakat di wilayah Pasuruan. Dalam acara tersebut, wanita yang akrab disapa Bunda Eza ini mengajak para peserta untuk memaknai nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan beragama dan bernegara di tengah pandemi korona.
“Kita dituntut untuk benar-benar mengamalkan nilai Pancasila, khususnya sila pertama ini. Karena negara ini memiliki beragam agama, oleh karenanya seluruh umat beragama diharapkan saling bergandengan tangan, mendoakan, bekerjasama untuk Negara ini dalam menghadapi ujian berupa wabah,” ujarnya.
Selain itu, Senator Evi Zainal Abidin menekankan bahwa Indonesia sangat beruntung karena memiliki perekat persatuan dan kesatuan di tengah keragaman yang ada bernama Pancasila, serta menempatkan Ketuhanan sebagai unsur yang utama.
“Oleh karenanya, di tengah ujian pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan “titik terang” ini, dikarenakan angka penyebaran Covid-19 belum menunjukkan grafik penurunan yang signifikan. Mari kita berdoa bagi bangsa ini, Semoga badai ujian pandemi covid-19 ini segera berlalu, sehingga segala aktifitas masyarakat dalam beribadah, bergiat sosial, pendidikan dan ekonomi dapat berjalan kembali dengan normal, Aamiin,” terangnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pancasila yang merupakan landasan bangsa mengandung tiga tata nilai utama. Yakni, dimensi spiritual, kultural dan institusional. “Khususnya dalam dimensi spiritual mengandung nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan keseluruhan nilai dalam falsafah Negara,” imbuhnya.
Selain itu, Senator Evi menekankan bahwa Pancasila bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba, para pendiri bangsa ini merumuskan Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi kebangsaan, bukan untuk menggantikan fungsi agama dalam kehidupan umatnya.
“Oleh karena itu, implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai norma dasar bernegara menajdi titik temu agama dan Negara. Nilai-nilai agama menjadi “ruh” dalam bernegara sesuai nilai dari sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa,” tandasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa makna nilai dalam sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa bukan hanya sekadar sebagai dasar hormat menghormati antar umat beragama, melainkan menjadi dasar dalam menjalankan kepemimpinan, dasar menjalankan Negara, memecahkan persoalan yang ada dengan nilai-nilai kebenaran, keadilan, kebaikan, kejujuran dan persaudaraan.
“Umat beragama dan kekuatan elemen keagamaan adalah benteng pengawal Pancasila yang tangguh, ” tutup Senator asal Pasuruan ini. (ajo/gus).

















